Profil Maudy Ayunda yang Lulus S2 Stanford University dan Terpilih dalam Forbes 30 Under 30 Asia

Biodata dan Profil Maudy Ayunda yang Sudah Lulus S2 Stanford University
Biodata dan Profil Maudy Ayunda yang Sudah Lulus S2 Stanford University

Biodata dan Profil Maudy Ayunda yang Sudah Lulus S2 Stanford University

Nama: Ayunda Faza Maudya,

Nama Beken: Maudy Ayunda

Tempat tanggal lahir: Jakarta, 19 Desember 1994.

Peran: Sebagai Kugy yang nyentrik di film Perahu Kertas, Akting dengan Adipati Dolken, Sekaligus mengisi soundtrack

Perjalanan Karier Maudy Ayunda

Biodata dan Profil Maudy Ayunda yang Sudah Lulus S2 Stanford University
Biodata dan Profil Maudy Ayunda yang Sudah Lulus S2 Stanford University

Sebagai Rena di film Untuk Rena tahun 2006.

Mendapat penghargaan Aktris Utama Terpilih di Festival Film Jakarta 2006 (Usia 11 tahun).

Sekuel Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, berperan sebagai Zakiah Nurmala, pujaan hati Arai sang tokoh utama Tahun 2009, Maudy membintangi film Sekaligus mengisi soundtrack – mengejar mimpi.

Kemudian dia membintangi berbagai film layar lebar: Rumah Tanpa Jendela, Tendangan dari Langit, Malaikat Tanpa Sayap, Perahu Kertas, The Nekad Traveler,  Habibie dan Ainun 3  memerankan sosok Hasri Ainun Besari versi remaja.

Karir Maudy Ayunda

Tahun 2011, Maudy Ayunda yang merupakan putri dari Didit Jasmedi dan Muren Murdjoko tersebut, merilis album debut dengan judul “Panggil Aku…”

Di dalam album tersebut, ada satu lagu ciptaan Maudy dengan judul Tetap Bersama. Singel Tiba-tiba Cinta Datang kemudian menjadi hits kala itu.

Setelah itu, Maudy Ayunda sering  mengisi soundtrack film yang dibintanginya. Misalnya dalam Perahu Kertas, ia juga menyanyikan lagu berjudul sama yang diciptakan oleh Dewi Lestari.

Maudy Ayunda kemudian dinominasikan dalam Anugerah Musik Indonesia 2013 untuk kategori Pendatang Baru Terbaik dan Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik.

Lalu pada tahun 2013, Maudy Ayunda menayangkan mini album – My Hidden Collection – dengan video musik di channel Youtube miliknya.

Pada tahun 2014. Maudy duet dengan David Choi dengan lagu berjudul By My Side, yang masuk nominasi Anugerah Musik Indonesia 2015 untuk Kolaborasi Pop Terbaik.

BACA JUGA:  Pelajar Kreatif Akan Dapat Hadiah dari Ambu Anne

Memasuki usia dewasa, Maudy Ayuanda kembali merilis album -Moments- yang sukses terjual lebih dari 200.000 copy serta merndapatkan sertifikasi Multi Platinum. Selain itu, Album tersebut masuk nominasi Album Pop Terbaik dan Album Terbaik di Anugerah Musik Indonesia 2015.

Maudy Ayunda juga pernah berpartisipasi pada film Battle of Surabaya sebagai pengisi suara.

Kemudian pada akhir tahun, Maudy merilis singel Jakarta Ramai ciptaan Maudy Ayunda.

Kemudian mendapatkan penghargaan sebagai Female Single of the Year di ajang Indonesian Choice Awards.

Ketika Mengenyam Pendidikan di Oxford University

Ketika menempuh pendidikan di Oxford University, Maudy Ayunda sembari merilis 2 singel yaitu Sekali Lagi dan How Far I’ll Go (OST Disney Moana) versi Indonesia.

Kemudian di tahun 2017, Maudy Ayunda menyanyikan lagu dengan judul Satu Bintang di Langit Kelam yang dulu sempat dipopulerkan oleh trio Rida Sita Dewi, tahun 1995.

Di tahun yang sama, Maudy Ayunda merilis singel Kejar Mimpi dan Kutunggu Kabarmu.

Kemudian satu tahun setelah itu, tepatnya ditahun 2018, Maudy kembali merilis album ketiganya dengan judul lagu Oxygen, yang masuk nominasi Anugerah Musik Indonesia 2018 sebagai Album Pop Terbaik

Tidak hanya itu, ia mendapat nominasi Artis Solo Wanita Pop Terbaik untuk singel Aku Sedang Mencintaimu serta Karya Produksi Kolaborasi Terbaik untuk singel We Don’t (Still Water) bersama Teddy Adhitya.

Dalam kesibukan lain, Maudy ikut serta menjadi penyanyi lagu resmi Pesta Olahraga Difabel Asia 2018. Dengan judul lagu: Song of Victory  bersama sejumlah musisi ternama Indonesia (Once Mekel, Vidi Aldiano, Lesty Andryani).

Setahun kemudian, tepatnya pada tahun 2019, Maudy Ayunda mengisi OST Habibie & Ainun 3 – Kamu dan Kenangan ciptaan Melly Goeslaw.

BACA JUGA:  Sederhana tapi Bermanfaat, Mahasiswa UPI Sebar Poster Budaya 3M melalui KKN Tematik

Dan juga Maudy merilis singel Goodbye sebagai tanda ia akan berangkat  ke Amerika Serikat meneruskan pendidikannya di Stanford University.

Prestasi Maudy Ayunda

Sejak usia 3 tahum Maudy Ayunda diketahui hobi membaca.

Sekolah di Mentari Intercultural School serta aktif dalam organisasi. Menjabat sebagai Ketua OSIS di sekolahnya tersebut.

Setelah lulus SMA, Lulus Oxford University Lalu Lulus Harvard University dan Stanford University

Maudy Ayunda Masuk dalam Forbes 30 Under 30, Ini 7 Potret Perjalanan Kariernya - Hot Liputan6.com

Maudy Ayunda diterima di Oxford University pada jurusan Politics, Philosophy, and Economics (PPE).

Kemudian 3 tahun setelah lulus dari Oxford University, Maudy diterima di Harvard University dan juga diterima di Stanford University.

Maudy sudah memutuskan untuk kuliah di Stanford dan mengambil double degree jurusan bisnis dan pendidikan.

Selaras dengan impiannya: Ingin terus memajukan pendidikan di Indonesia.

Maudy dikenal aktif dalam kampanye melawan perbudakan modern yang meliputi kerja paksa, pernikahan, dan pekerjaan berbahaya.

Terlihat pada bulan Maret tahun 2017, Maudy dipercaya sebagai juru bicara melawan perbudakan modern di Istana Wakil Presiden.

Lewat karyanya, Maudy Ayunda memperkenalkan bentuk perbudakan modern dan mengoptimalkan media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan tersebut.

Flashback ke tahun sebelumnya, Maudy Ayunda juga terpilih sebagai Wanita Inspiratif Indonesia, Influencer Digital Terbaik, dan Milenial Paling Berpengaruh.

Lalu, sebelum tahun 2021 terpilih dalam Forbes 30 Under 30 Asia, Maudy terpilih dalam Forbes 30 Under 30 Indonesia pada tahun 2020 dalam kategori Art, Style, and Entertainment.

Bagaimana? tertarik melanjutkan kuliah seperti Maudy Ayunda?