Semburan Lusi dalam Perspektif Pembelajaran Geografi

Semburan Lusi dalam Perspektif Pembelajaran Geografi
0 Komentar

SOEGIARTO
Guru Geografi SMAN 2 Sidoarjo

Dalam artikel yang berjudul “Kilas Balik 15 Tahun Lumpur Lapindo, Penyebabnya Masih Misterius” yang ditulis oleh Luthfia Ayu Azanella ( www.kompas.com./2021/05/31) dikatakan bahwa pada akhir Mei 2021, tepatnya pada 29 Mei 2006 berarti sudah 16 tahun berlalu sejak pertama kali muncul semburan Lumpur Lapindo dari tanah wilayah Timur Jawa menyembur.

Semburan lumpur itu berasal dari Sumur Banjarpanji 1, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur di lokasi pengeboran gas milik PT Lapindo Brantas, di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Penyebab terjadinya semburan gas disertai lumpur panas hingga kini masih misterius.

Bahkan secara geografis, ada empat desa sudah tenggelam dan hilang serta tidak berpenghuni akibat bencana lumpur Lapindo di Sidoarjo sejak 2006. Keempat desa tersebut adalah Desa Ketapang, Renokonongo, Kedung Bendo, dan Desa Besuki.  Selain mengusulkan penghapusan empat desa, Pemkab Sidoarjo juga mengusulkan 11 desa untuk ditata kembali, karena jumlah penduduk dan wilayahnya berkurang akibat bencana lumpur (www.kompas.com/2019/11/14).

Baca Juga:Kaki Sedang Sakit, Warga di Desa Bojongjaya Salurkan Hak Pilih Pakai Motor, Camat : Itulah DemokrasiKenalan di Medsos, Ketemuan, Dipaksa Tenggak Minuman Keras, Gadis di Bawah Umur Digilir 4 Pria

Semburan Lumpur Lapindo yang selanjutnya disebut semburan Lumpur Sidoarjo ( Lusi) merupakan fenomena geosfer yang menjadi perdebatan ahli Geologi nasioanal maupun internasional karena disamping dalam tulisan artikel Luthfia Ayu Azanella diuraikan bahwa pada tahun 2006 setiap harinya, sekitar 5.000 meter kubik lumpur dimuntahkan.Hingga saat ini, tidak ada yang bisa memastikan kapan lumpur yang berasal dari kedalaman 2.734 meter itu akan berhenti menyembur.

Semburan Lusi yang terus meluap sampai kini dikhawatirkan dapat menjebol tanggul penahan luapan lumpur akhirnya dibuang ke Sungai Porong dan bermuara ke Selat Madura.Endapan Lusi makin lama makin banyak dan akhirnya menimbulkan dampak negatif bagi biota yang ada di muara Sungai Porong tersebut.

Melalui sinergi pihak yang terkait dalam penanganan endapan Lusi tersebut, akhirnya endapan lumpur tersebut ditampung dalam suatu wadah yang cukup luas dan akhirnya sekarang menjadi pulau buatan dengan nama Pulau Lusi termasuk dalam wilayah kecamatan Jabon yang sekarang menjadi salah satu ikon obyek wisata Kabupaten Sidoarjo.

Fenomena semburan Lusi, dan upaya memanfaatkan endapan semburan Lusi merupakan obyek material lithosfer yang dapat menjadi kajian media pembelajaran kontekstual geografi bagi peserta didik terutama peserta didik yang ada di Kabupaten Sidoarjo karena fenomena semburan Lusi terjadi di Sidoarjo , dan sampai kini masih berlangsung.

0 Komentar