Susah Tidur Atau Insomnia Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Susah Tidur Atau Insomnia Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Susah Tidur Atau Insomnia Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

PASUNDAN EKSPRES- Insomnia adalah gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan untuk memulai tidur, mempertahankan tidur, atau merasa segar setelah bangun tidur. Insomnia dapat terjadi secara akut atau kronis. Insomnia akut terjadi dalam waktu singkat, biasanya kurang dari satu bulan. Insomnia kronis terjadi selama tiga bulan atau lebih.

Penyebab insomnia dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor psikologis dan faktor medis.

Faktor psikologis yang dapat menyebabkan insomnia meliputi:

  • Stres.

Stres adalah penyebab paling umum dari insomnia. Stres dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti pekerjaan, keuangan, hubungan, atau peristiwa hidup yang traumatis.

Stres dapat menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh, termasuk peningkatan hormon stres, seperti kortisol. Hormon stres ini dapat mengganggu tidur dengan cara membuat tubuh tetap terjaga dan waspada.

  • Depresi.

Depresi adalah gangguan suasana hati yang dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk insomnia. Depresi dapat menyebabkan penderitanya merasa sedih, putus asa, dan tidak berharga. Perasaan-perasaan ini dapat membuat penderitanya sulit untuk rileks dan tertidur.

  • Anxiety.

Anxiety adalah gangguan kecemasan yang dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk insomnia. Anxiety dapat menyebabkan penderitanya merasa cemas, gelisah, dan mudah takut. Perasaan-perasaan ini dapat membuat penderitanya sulit untuk rileks dan tertidur.

  • Nyeri.

Nyeri, baik fisik maupun emosional, dapat mengganggu tidur. Nyeri fisik, seperti nyeri otot atau nyeri sendi, dapat membuat penderitanya sulit untuk menemukan posisi yang nyaman untuk tidur. Nyeri emosional, seperti kesedihan atau kemarahan, dapat membuat penderitanya sulit untuk rileks dan tertidur.

  • Gangguan tidur.

Gangguan tidur, seperti sleep apnea, restless leg syndrome, dan narcolepsy, dapat menyebabkan insomnia. Sleep apnea adalah gangguan tidur yang ditandai dengan berhenti bernapas secara berulang selama tidur.

Restless leg syndrome adalah gangguan tidur yang ditandai dengan sensasi tidak nyaman pada kaki yang menyebabkan penderitanya sulit untuk diam. Narcolepsy adalah gangguan tidur yang ditandai dengan rasa kantuk yang berlebihan di siang hari.

Faktor medis yang dapat menyebabkan insomnia meliputi:

  • Penyakit kronis.

Penyakit kronis, seperti asma, diabetes, penyakit jantung, dan penyakit ginjal, dapat menyebabkan insomnia. Penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti nyeri, sesak napas, atau rasa tidak nyaman di perut, yang dapat mengganggu tidur.

  • Efek samping obat-obatan.

Beberapa obat-obatan, seperti kafein, nikotin, dan alkohol, dapat mengganggu tidur. Kafein dan nikotin adalah stimulan yang dapat membuat tubuh tetap terjaga. Alkohol dapat mengganggu tidur dengan cara mengganggu proses tidur REM.

  • Kelainan hormon.

Kelainan hormon, seperti hipertiroidisme dan hipotiroidisme, dapat menyebabkan insomnia. Hipertiroidisme adalah kondisi di mana tubuh menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid. Hipotiroidisme adalah kondisi di mana tubuh tidak menghasilkan cukup hormon tiroid.

Jika Anda mengalami insomnia, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan pengobatan yang sesuai. Pengobatan insomnia tergantung pada penyebabnya.

Jika penyebabnya adalah faktor psikologis, maka dokter dapat memberikan terapi perilaku kognitif (CBT) atau obat-obatan anti-cemas atau antidepresan. Jika penyebabnya adalah faktor medis, maka dokter dapat mengobati penyakit yang mendasarinya.

Berikut adalah beberapa tips untuk mengatasi insomnia:

  • Buatlah jadwal tidur dan bangun yang teratur.

Berusahalah untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan.

  • Siapkan suasana tidur yang nyaman.

Pastikan kamar tidur Anda gelap, tenang, dan sejuk.

  • Hindari mengonsumsi kafein dan alkohol sebelum tidur.

Kafein dan alkohol dapat mengganggu tidur.

  • Lakukan olahraga secara teratur.

Olahraga secara teratur dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak. Namun, hindari olahraga terlalu dekat dengan waktu tidur.

  • Batasi penggunaan gadget sebelum tidur.

Cahaya biru dari layar gadget dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang membantu Anda tidur.

  • Jika Anda tidak bisa tidur setelah 20 menit, keluarlah dari tempat tidur dan lakukan aktivitas yang menenangkan.

Hindari menonton televisi atau menggunakan gadget.

Jika Anda menerapkan tips-tips di atas dan masih mengalami insomnia, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.