Suatu Studi Falsifikasi : Apakah Terdapat Penalaran Spasial yang Tidak Mempengaruhi Pembelajaran Geometri?

Suatu Studi Falsifikasi : Apakah Terdapat Penalaran Spasial yang Tidak Mempengaruhi Pembelajaran Geometri?
0 Komentar

  1. Visualisasi spasial merupakan kemampuan untuk “memanipulasi atau mengubah gambar pola spasial menjadi susunan visual lainnya” (Kozhevnikov et al., 1999).
  2. Rotasi mental adalah kapasitas untuk “menyelesaikan masalah rotasi mental sederhana dengan cepat, tanpa membayangkan diri yang terorientasi” (Kozhevnikov et al., 1999).
  3. Orientasi spasial adalah kapasitas untuk memahami dan terlibat dalam hubungan antara posisi objek dengan posisi sendiri (Clements & Battista, 1992).

Penalaran spasial menurut Nurul & Eny (2022) adalah penalaran yang melibatkan tiga komponen spasial yaitu rotasi mental, orientasi spasial, dan visualisasi spasial. Rotasi mental adalah kemampuan siswa dalam merotasikan bangun geometri secara tepat. Visualisasi spasial adalah kemampuan untuk memberikan gambaran tentang suatu bentuk bangun ruang yang bagian-bagiannya mengalami perubahan. Orientasi spasial adalah menentukan wujud yang terlihat dari suatu benda jika dilihat dari berbagai macam arah.

Suatu Studi Falsifikasi : Apakah Terdapat Penalaran Spasial yang Tidak Mempengaruhi Pembelajaran Geometri?

Suatu Studi Falsifikasi : Apakah Terdapat Penalaran Spasial yang Tidak Mempengaruhi Pembelajaran Geometri?

Geometry (Oxford, 2023b) is the branch of mathematics that deals with the measurements and relationships of lines, angles, surfaces and solids. Geometri (Afgani, 2011) merupakan bagian dari matermatika yang mempelajari konsep bentuk dan ruang. Freudenthal menyebutkan bahwa geometri adalah ruang dimana anak-anak berada, hidup dan bergerak. Dalam ruang itu anak harus belajar mengetahui (to know), menelaah (to explore), bertempur untuk menang (conquer), merencanakan dan mengatur kehidupan (in order to live), bernafas (breathe) dan berbuat yang lebih baik (move better in it). Geometri menurut Nur’aini dkk. (2017) merupakan salah satu bidang dalam matematika yang mempelajari titik, garis, bidang dan ruang serta sifat-sifat, ukuran-ukuran, dan keterkaitan satu dengan yang lain. Bila dibandingkan dengan bidang-bidang lain dalam matematika, geometri merupakan salah satu bidang dalam matematika yang dianggap paling sulit untuk dipahami. Beberapa alasan mengapa geometri perlu diajarkan kepada anak diantaranya adalah pertama, geometri satu-satunya bidang matematika yang dapat mengaitkan matematika dengan bentuk fisik dunia nyata. Kedua, geometri satu-satunya yang dapat memungkinkan ide-ide matematika yang dapat divisualisasikan, dan yang ketiga, geometri dapat memberikan contoh yang tidak tunggal tentang sistem matematika (Usiskin, 1982).

Tujuan pembelajaran geometri secara umum adalah agar siswa memperoleh rasa percaya diri mengenai kemampuan (keterampilan) matematikanya, menjadi pemecah masalah yang baik, dapat berkomunikasi secara matematis, dan dapat bernalar secara matematis (Muhassanah dkk., 2014). Tujuan pembelajaran geometri menurut Suhartini & Martyanti (2017) diantaranya mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dengan memanfaatkan pemikiran logis dan matematis. Pembelajaran geometri memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan intuisi ruang pikiran dengan memasuki dunia geometri yang pada dasarnya sudah dikenal semenjak mereka masuk sekolah. Kemampuan pemecahan masalah dan imajinasi kreatif yang dikembangkan selama pembelajaran geometri membantu siswa dalam memahami konsep-konsep matematika lainnya.

0 Komentar