BREAKING NEWS Pangandaran Diguncang Gempa Bumi 4 Magnitudo, Ini Suasana Terkini di Pantai Timur

BREAKING NEWS Pangandaran Diguncang Gempa Bumi 4 Magnitudo, Ini Suasana Terkini di Pantai Timur.
GEMPA 4 SM - Suasana terkini di Pantai Timur Pangandaran pasca diguncang gempa bumi berkekuatan 4,0 Magnitudo, Senin (4/5/2026) pagi
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Gempa bumi skala 4 Magnitudo mengguncang wilayah Pangandaran, Senin 4 Mei 2026 dini hari.

BMKG menyampaikan gempa bumi berkekuatan 4,0 itu terjadi di wilayah selatan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Gempa bumi tersebut tepatnya terjadi pada 4 Mei 2026 pada pukul 02.06 WIB, dengan lokasi koordinat 8.25 LS, 108.27 BT.

Baca Juga:Jadwal BRI Super League Hari Ini, Senin 4 Mei 2026: Persija Incar Kemenangan, Persib Coba Jaga Asa!Suspend Mayor SPPG Dipastikan Tak Terima Insentif

Pusat gempa bumi tersebut berada di laut 66 kilometer selatan Kabupaten Pangandaran pada kedalaman 29 kilometer

Suasana Terkini

Pasca diguncang gempa bumi berkekuatan 4,0, beginilah suasana di Pantai Pangandaran Jawa Barat. Terutama di Pantai Timur Pangandaran.

Pantauan pada Senin 4 April 2026 sekitar 08.45 WIB, kondisi laut di pantai timur Pangandaran terlihat seperti biasanya.

Dengan angin laut sepoi-sepoi, tampak langit di atas laut sebagian ditutupi awan hitam yang seakan-akan akan kembali turun hujan.

Meskipun dalam kondisi air laut pasang dan ombak cukup tinggi, hal itu tidak mengganggu aktivitas para nelayan yang sedang mencari rezeki di sekitaran pantai.

Gempa bumi yang sudah terjadi dini hari tadi, tidak membuat panik para nelayan yang beraktivitas di tengah laut maupun di bibir pantai timur.

“Biasa saja, saya enggak tahu ada gempa kang. Enggak kerasa, mungkin karena nyenyak tidur,” ujar Hartono (44) seorang nelayan jaring arad di pantai timur Pangandaran, Senin pagi.

Baca Juga:KNKT Lanjutkan Investigasi Kecelakaan Kereta Bekasi, Sejumlah Tim DikerahkanKorban Bertambah, Total 16 Orang Tewas dalam Tragedi Kecelakaan Kereta Bekasi

Hanya, saat ini kondisi air laut sedang pasang dan ombak juga lumayan tinggi.

“Tapi, ini sudah biasa, enggak aneh,” katanya.

Kalak BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengatakan gempa bumi yang sudah terjadi dini hari tadi tidak berdampak terhadap infrastruktur maupun aktivitas masyarakat.

“Itu gempanya kecil, jadi tidak berpengaruh. Masyarakat juga enggak usah panik, tapi harus tetap waspada,” ucap Dodo.

Berikut adalah klasifikasi skala kekuatan gempa bumi berdasarkan magnitudo mulai dari yang terkecil hingga tertinggi:

  • Magnitudo 1.0 – 1.9 (Mikro): Gempa sangat kecil yang tidak dirasakan manusia dan hanya terdeteksi oleh alat seismograf.
  • Magnitudo 2.0 – 2.9 (Sangat Kecil): Umumnya tidak terasa, kecuali oleh segelintir orang yang berada dalam kondisi diam atau sangat tenang.
  • Magnitudo 3.0 – 3.9 (Kecil): Sering dirasakan oleh orang di dalam ruangan, terutama di lantai atas, namun hampir tidak pernah menimbulkan kerusakan.
  • Magnitudo 4.0 – 4.9 (Ringan): Getaran terasa nyata seperti ada truk yang melintas, menyebabkan benda gantung bergoyang, namun kerusakan bangunan sangat jarang terjadi.
  • Magnitudo 5.0 – 5.9 (Sedang): Berpotensi merusak bangunan dengan konstruksi buruk, namun hanya berdampak kecil pada bangunan yang kokoh.
  • Magnitudo 6.0 – 6.9 (Kuat): Memiliki kekuatan yang dapat merusak wilayah padat penduduk hingga radius 160 kilometer dari pusat gempa.
  • Magnitudo 7.0 – 7.9 (Besar): Menyebabkan kerusakan serius dan luas pada berbagai infrastruktur serta bangunan di wilayah yang terdampak.
  • Magnitudo 8.0 – 8.9 (Sangat Besar): Menghancurkan komunitas di sekitar pusat gempa dan menimbulkan kerusakan parah di area yang sangat luas.
  • Magnitudo 9.0 ke atas (Luar Biasa): Menyebabkan kehancuran total di wilayah yang sangat luas dan dapat mengubah topografi bumi secara permanen.*
0 Komentar