130 Sekolah tanpa Kepsek sejak 2017

SUBANG-Sebanyak 93 guru SD yang sudah OJL (On the Job Learning) akan segera dilantik menjadi kepala sekolah. Plt Kepala Disdikbud Kusdinar, Kepala BKPSDM Nina Herlina hingga Sekda Abdurakhman mengaku akan mempersiapkan sesegera mungkin untuk pelantikan.

Kusdinar mengatakan, usulan resmi pelantikan disampaikan ke bupati melalui BKPSDM, Senin (31/12). Kusdinar mengatakan, dinasnya sudah menyiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk pelantikan.

“Kami sudah siapkan semuanya, tinggal kita usulkan hari ini ke BKPSDM untuk pelantikan,” ungkap Kusdinar kepada Pasundan Ekspres.

Menurutnya, pelantikan kepala sekolah SD sangat penting dilakukan. Mengingat kekosongan kepala sekolah dikhawatirkan mengganggu peningkatan mutu. Tercatat ada 130 sekolah SD yang tidak ada kepala sekolahnya.

“Makanya pelantikan kita dorong secepatnya, jangan sampai menghambat peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.

Kepala BKPSDM Subang, Nina Herlina menuturkan, mengenai rencana pelantikan kepala sekolah telah berkomunikasi dengan Kepala Disdikbud Kusdinar.

Dia mengatakan, BKPSDM sudah lama menunggu usulan untuk pelantikan dari disdikbud, namun tak kunjung ada. Namun beberapa waktu belakangan ini, sudah ada komunikasi dari disdikbud mengusulkan pelantikan.

“Ketika pak Suwarna (Kadisdikbud sebelumnya) belum ada aja mengusulkan, tapi sekarang saya sudah komunikasi dengan pak Kusdinar, katanya dinas pendidikan sudah siap,” ujarnya.
Nina mengatakan, ketika draft usulan pelantikan sudah di tangannya akan segera diusulkan ke bupati untuk melantik sebanyak 93 kepala sekolah SD. “Secepatnya akan dilakukan pelantikan di tahun 2019,” ujarnya.

Menyikapi ada 130 SD yang tidak memiliki kepala sekolah dan 93 orang yang sudah siap dilantik, Sekda Kabupaten Subang, Abdurakhman akan memperjuangkan pelantikan secepatnya dan kekosongan kepala SD bisa segera terisi.
“Saya akan sampaikan ke bupati untuk segera melakukan pelantikan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bupati Anne Langsung Instruksikan Audit Lahan Tidur untuk Cegah Penanaman Ganja

Sekda sendiri mengaku belum mengetahui adanya kekosongan kepala SD sebanyak itu, apalagi terjadi sejak tahun 2017. Ketika disampaikan informasi tersebut, Sekda akan mengambil tindakan untuk mengisi kekosongan SD dengan mempercepat pelantikan.
“2017? Kok lama amat ya?” heran Sekda saat ditanya sikapnya mengenai kekosongan 130 kepala SD terjadi dimulai 2017.(ysp/man)