Peresmian Sanggar Seni Kusuma, Upaya Generasi Muda Mencintai Seni Tradisi

MERIAH: Pendiri Sanggar Seni Kusuma Anjar Purwani (kanan), Camat Cipeundeuy, musisi Dwiki Darmawan, dan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan saat peresmian Sanggar Seni Kusuma, Sabtu (12/1). INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES

Meski diguyur hujan deras, para penari yang merupakan siswa dari Sanggar Seni Kusuma tidak surut semangat untuk menari pada peresmikan sanggar tersebut, Sabtu malam (12/01) kemarin. Begitupun masyarakat di sekitar sanggar dan orang tua siswa, begitu antusias menyaksikan sajian pertunjukan tari-tarian. Bagaimana kemeriahannya?

LAPORAN: INDRAWAN, Subang

Dibuka dengan tari Ponggawa yang bermakna kedisiplinan para prajurit Pajajaran yang bersenjatakan kujang saat berperang, acara peresmian Sanggar Seni Kusuma berlangsung meriah.
Peresmian tersebut juga dihadiri oleh Camat Cipeundeuy Dadang Darmawan beserta para Muspika, Plt Kepala Dinas Disdikbud E Kusdinar MPd bersama Bidang Kebudayaan Disdikbud, Kabid Promosi Disparpora serta Ketua Anugerah Musik Award Indonesia Dwiki Dharmawan.

Dalam sambutannya, pimpinan Sanggar Seni Kusuma Anjar Purwani SKM SSn MPd menjelaskan, proses pembelajar di Sanggar Seni Kusuma sudah berlangsung sejak lama. Dikelola oleh tenaga pengajar yang profesional yang merupakan warga sekitar sanggar atau sumber daya manusia asli Cipeundeuy lulusan ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) Bandung.

“Anak-anak adalah aset bangsa untuk pembangunan dalam bidang kebudayaan. Tidak sekedar menjadikan anak-anak mampu menari, Sanggar Seni Kusuma juga secara khusus mengenalkan anak-anak didiknya pada seni tradisi, dimotivasi agar cinta dan sayang pada seni tradisi,” jelasnya.

Anjar Purwani juga menambahkan bahwa dengan menari anak-anak dididik agar memiliki karakter yang baik, sesuai dengan makna pada setiap tarian yang diajarkan. Sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dirinya memilih pensiun dini dan fokus mengembangkan sanggar seni kusuma yang dia pimpin.

Kepala Disdikbud Kabupaten Subang E Kusdinar MPd, secara seremonial meresmikan Sanggar Seni Kusuma. Dalam sambutannya, dia menyampaikan apresiasi yang mendalam atas berdirinya Sanggar Seni Kusuma. Dalam kesempatan itu juga Kusdinar menyampaikan permohonan maaf dari bupati beserta Wakil Bupati Subang yang tidak bisa hadir memenuhi undangan, karena ada acara lain.

BACA JUGA:  Asep Kurnia Muhtar, Dongkrak Ekonomi melalui Budidaya Minyak Atsiri

“Tentu saya mengucapkan terimakasih pada kontribusi sanggar seni kusuma yang turut membantu kami dalam melestarikan seni budaya. Kemudian selanjutnya saya berharap sanggar Seni Kusuma bisa berkolaborasi dengan setiap sekolah di Cipeundeuy untuk mewadahi minat anak-anak kita pada seni tari. Saya juga mengimbau agar masyarakat turut serta bisa mendukung keberlangsungan kegiatan di sanggar ini,” tandasnya.

Dari pantauan Pasundan Ekspres, setidaknya sekitar 50 anak-anak berbagai usia terlibat sebagai penari juga merupakan siswa sanggar seni Kusuma yang tampil. Selain tari ponggawa, anak-anak didik sanggar seni kusuma juga menampilkan tarian lain seperti tari ayam, tari kembang samba, jaipongan daun pulus keser bojong, dan lain-lain. Dwiki Dharmawan yang hadir memenuhi undangan, menyampaikan ucapan selamat, juga rasa salut serta hormat luar biasa pada saat itu.

“Saya kebetulan sedang ada kerja penelitian seni pertunjukan di Jawa Barat, termasuk di Subang. Maka alhamdulilah saya bisa hadir memenuhi undangan, kesenian di Jawa Barat. Khususnya Kabupaten Subang memiliki kekuatan ritmis sebagai daya magis sekaligus daya tarik bagi saya, beberapa karya saya dalam nusik etnik, banyak terinspirasi dari itu. Kedepan saya akan ada kolaborasi dengan seniman-seniman Subang. Tadi sebelum kesini juga saya berkunjung ke Mang Ayi Pantun untuk bicara soal kolaborasi kami,” tutur Dwiki.

Mengingat kesenian punya andil besar dalam perkembangan pariwisata, Dwiki berharap ada seribu sanggar seni lain yang megikuti jejak Sanggar Seni Kusuma di Subang.

Sedangkan warga sekitar melalui tokoh masyarakat Ustad Anwar, mengungkapkan kebanggaannya serta optimismenya bahwa dengan adanya Sanggar Seni Kusuma di lingkungannya bisa berdampak positif bagi anak-anak pembelajarnya.

“Kami cukup bangga dengan berdirinya Sanggar Seni Kusuma sebagai wadah kreativitas anak-anak di lingkungan kami. Dengan menari sekaligus mempelajari makna-makna tarian tersebut saya berharap anak-anak bisa semakin berkembang, dan berkarakter,” tukasnya.(*/man)