Revitalisasi Pasar Tagog Dikerjakan Pasca Lebaran

REVITALISASI PASAR.Para Pekerja melakukan pekerjaan benteng Pasar Tagog Padalarang. ASEP IMAM MUTAQIN/PASUNDAN ESKPRES

NGAMPRAH–Revitaslisasi Pasar Tagog Padalarang Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan dikerjakan pasca lebaran Idul Fitri tahu ini. Hal itu diugkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB, Maman Suleaman di Ngamparh, Selasa (2/4).

Menurutnya, pembangunan pasar tradisional yang berada diwilayah perkotaan itu akan dilakukan setelah lebaran. “Sesuai dengan harapan para pedagang pasar, pembangunan akan dilakukan pasca lebaran,” katanya.

Saat ini, pihaknya akan fokus terhadap proses lelang melalui panitia khusus lelang. Pasalnya, hal ini sifatnya investasi yang harus diikuti perusahaan profesional yang memiliki kredibilitas terjamin. “Sampai sekarang sudah ada lima investor yang sudah siap. Nanti keputusan pemenang ada di panitia lelang bukan kami (Disperindag),” ujarnya.

Maman menjelaskana pembanguna Pasar Tagog tersebut diprediksi membutuhkan biaya hingga Rp 80 miliar. Sehingga, Pemkab Bandung Barat melakukan sistem kerja sama Bangun Guna Serah (BGS) dengan pihak investor. “Karena ini kan kerja sama investasi atau sistem kerja sama BGS yang langsung ditangani oleh panitia khusus lelang. Waktu kerja sama bisa hingga 15 tahun, baru diserahkan bangunannya ke pemkab seperti Pasar Lembang,” ungkapnya.

Lebih lanjut Maman menjelaskan Pasar Tagog Padalarang ini berada di perkotaan yang harus mencerminkan pasar yang nyaman, aman, indah serta terbebas dari kemacetan. “Lokasinya kan di pusat kota sehingga jangan sampai hadirnya pasar justru menambah kemacetan. Makanya di Pasar Tagog tidak akan ada terminal lagi karena dipindahkan ke Pasar Curug Agung. Nanti konsepnya ada semacam jalur lintasan ke dalam sehingga kendaraan tidak lagi menunggu di badan jalan,” terangnya.

Untuk perbandingan, pihaknya sudah melakukan studi komparatif ke Pasar Tradisional Sindu Sanur di Kota Denpasar Bali baru-baru ini. Kunjungan tersebut sekaligus untuk menerapkan konsep bangunan serta pengelolaan manajemen pasar terhadap rencana pembangunan Pasar Tagog Padalarang yang akan segera dibangun dalam waktu dekat. “Kami sudah melakukan studi komparatif ke Bali tepatnya ke Pasar Sindu Sanur, ini buat perbandingan juga karena dalam waktu dekat akan dibangun Pasar Tagog Padalarang. Umumnya pasar di Bandung Barat bisa menerapkan konsep yang ada di pasar tersebut,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Usai Didemo, Ruhimat Akan Tinjau Ulang Revitalisasi Pasar Purwadadi

Alasan memilih Pasar Sindu Sanur Bali, kata Maman, lantaran menjadi salah satu pasar di Indonesia berpredikat Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan. “Pasar Sindu Sanur ini meraih SNI sehingga menjadi acuan kami apa saja yang harus dibenahi. Karena sebelumnya kami juga berharap Pasar Panorama Lembang bisa meraih SNI juga, tapi ternyata gagal,” ucapnya.

Pelajaran yang bisa diambil dalam kunjungannya ke Pasar Sindu Sanur tersebut, ujar dia, bisa menerapkan konsep bangunan, pengelolaan manajemen pasar, menerapkan kebersihan lingkungan serta menerapkan kualitas bahan bangunan. “Di Pasar Sindu itu kualitas bangunan baik spek dan volumenya terjamin bagus. Lalu juga soal kebersihan sangat terjaga termasuk soal pengelolaan manajemen pasar. Bahkan, pengelolaan limbah juga tertata dengan baik tanpa mencemari masyarakat di sana. Itu yang harus dicontoh oleh kita untuk diterapkan di Bandung Barat,” pungkasnya. (sep)

Revitalisasi Pasar Tagog Padalarang

-3 lantai terdiri dari :
Basement, Area hiburan, Foodcourt dan lainnya.

– Dibanguan 1.410 kios termasuk mengakomodasi para PKL.

– Perkiraan Anggaran Rp80 miliar.