Bappeda: Usulan Program Bisa Terdelete Otomatis

USULKAN PROGRAM: Peserta Musrenbang Kecamatan Cilamaya Kulon menyimak arahan dari Bappeda Kabupaten Karawang.

KARAWANG-Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus sudah mengusulkan program dan pembangunan serta mematangkan perencanaan. Pasalnya, aplikasi elektronik menjadi penopang utama rencana realisasi usulan dari masyarakat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karawang, Asip Suhendar mengatakan, pelaksanaan Musrenbang harus di rumuskan secara cermat dan memperhatikan evaluasi RPJMD tahun sebelumnya. Saat ini, Bappeda sedang rencanakan RKPD persiapan APBD 2021 juga disiapkan RKPJ Bupati Karawang.

Bahkan, lanjut Asip, saat ini penyusunaN RPJMD Teknokrat untuk arah kebijakan politik, sedang dilakukan untuk disesuaikan visi misi para calon kepala daerah 5 tahun kedepan (2021 – 2025).

Semua usulan, sudah serba elektronik, jadi dari sisi perencanaan, semuanya harus fokus dan matang, sehingga kalau ditengah perjalanan ada yang terdelet, bukan pihaknya yang menghapus, tapi aplikasi yang jika perencanaannya tidak matang. “Perencanaan sudah masuk elektronik, jika tidak matang, elektronik yang akan mendelete otomatis,” ujarnya.

Bappeda sebut Asip, rencanakan bulan Januari – Juli semuanya sudah matang dan terinput, karena bulan Juli sudah harus masuk ke TAPD bahas anggaran. Semua sudah menggunakan aplikasi elektronik dan koneksi dengan BPKAD. “Perencanaan kita matangkan Januari – Juni,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Cilamaya Kulon, Rully Sutrisna mengatakan, usulan program dan kegiatan untuk 2021 bisa meneruskan lanjutan pembangunan tahun-tahun sebelumnya. Pihak kecamatan sudah merekap skala prioritas sebelumnya dari desa-desa dan kemudian diharapkan bisa di matangkan dalam Musrenbang Kecamatan dan Dapil. Adapun kekurangannya, bisa disempurnakan.

“Semua sudah di rekap dan di input elektronik, tentu semua berharap bisa realisasi,” katanya.(use/dan)