Forum Mitra CSR Mulai Bangun Sekolah Rusak

PERBAIKAN SEKOLAH: Sejumlah siswa SD di Kabupaten Karawang menyaksikan gedung sekolah mereka ambruk, beberapa waktu lalu. AEF SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Beberapa perusahaan industri di Kabupaten Karawang, yang tergabung dalam Forum Mitra CSR (Corporete Social Responsibilty) telah sepakat menggulirkan dana untuk pembangunan sekolah SDN Kutanegara II di Desa Kutanegara Kecamatan Ciampel, yang belum lama ini sempat roboh.

Aksi para pelaku industri ini merupakan respon atas inisiatif Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana yang sempat merogoh kocek sendiri untuk membantu pembangunan sekolah roboh. Saat ini forum mitra CSR sudah mulai melakukan pengiriman material untuk pembangunan sekolah.

“Sebenarnya dana CSR itu sudah disepakati akan dikucurkan mulai tahun 2019 untuk sekolah-sekolah yang mengalami rusak berat ataupun ringan. Tapi tahun ini kan ada sekolah yang roboh jadi kita minta mereka mempercepat mengucurkan dana CSR, paling tidak untuk sekolah SD Kutanegara II yang sudah roboh. Mereka spontan membantu setelah bupati menyumbang dari uang pribadinya untuk menyumbang pembangunan sekolah roboh,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Ahmad Suroto, Senin (12/11).

Menurut Suroto, perusahaan industri yang berada di kawasan industri yang tergabung dalam forum mitra CSR sudah sepakat untuk memberikan bantuan. Hanya saja bantuan yang diberikan tidak berupa uang, namun material atau barang-barang yang dibutuhkan sekolah. “Saya sudah kordinasi dengan forum mitra CSR dan mereka sudah siap mengirimkan material yang dibutuhkan. Selain material juga ada barang-barang lain yang menyangkut kegiatan belajar mengajar yang akan dikirimkan kesekolah tersebut,” katanya.

Suroto mengatakan berdasarkan estimasi sementara kebutuhan untuk pembangunan sekolah tersebut mencapai Rp130 juta. Seluruh biaya pembangunan akan ditanggung dari dana CSR. Sedangkan untuk perbaikan sekolah rusak mulai akan disalurkan tahun 2019, namun jumlah anggaran yang dibutuhkan masih dalam perhitungan. “Jadi anggaran CSR itu sebenarnya baru siap tahun 2019, tahun ini karena sudah darurat dan juga ada himbauan dari bupati jadi mereka akhirnya mau membantu,” katanya.(aef/din)