Warga Sukatani Tak Ingin Ada Pergantian Kades

Penyelenggaraan Pemerintahan Dinilai Kondusif

PURWAKARTA-Situasi memanas di masyarakat Desa Sukatani mulai terlihat riak-riaknya. Hal ini dipicu oleh munculnya isu Kades Sukatani yang lama, akan menggeser posisi kades yang saat ini tengah menjabat.

Beberapa tokoh masyarakat di Desa Sukatani Kecamatan Sukatani bereaksi keras bila hal itu terjadi, karena bagaimanapun juga hampir seluruh masyarakat dari 10 RW yang ada di Desa Sukatani tidak ingin ada pergantian kepala desa.

Masyarakat dan para tokoh di Desa Sukatani Kecamatan Sukatani, masih tetap ingin kepala desa yang menjabat saat ini, meneruskan hingga akhir jabatannya tahun 2021 sesuai sk bupati.

Memanasnya situasi di Desa Sukatani, di picu oleh adanya putusan dari PTUN yang mengabulkan permohonan dari kades terdahulu, untuk menjabat kembali sebagai kepala desa.

Sehingga membuat kontroversi di masyarakat, namun sebagian besar dari masyarakat baik tomas, toga dan tokoh pemuda tidak ingin ada pergantian kades, mereka menginginkan pemimpin desa sukatani di pimpin oleh kades yang saat ini menjabat.

“Masyarakat sudah merasakan mudahnya pelayanan secara langsung atas kinerja kepala desa yang sekarang, sehingga sudah merasa nyaman dengan akses mudah saat ada keperluan apapun yang bersentuhan dengan masyarakat,” ujar Ade Beni Ketua Forum Peduli Masyarakat Sukatani.

Yang kami takutkan, lanjutnya, kemudahan-kemudahan pelayanan yang sudah diberikan oleh Kades yang sekarang, kemudian bila dipaksakan di ganti akan berganti kebijakan yang bisa menghambat kemajuan Desa Sukatani.

“Sudah menjadi contoh dan pengalaman oleh seluruh masyarakat Sukatani, saat dahulu di jabat oleh kepala desa yang terdahulu bagaimana rasanya. Saat kini muncul isu tersebut (putusan PTUN) sebagian besar masyarakat mulai resah, mereka tidak ingin pemimpin Desa Sukatani kembali ke pemimpin sebelumnya,” tambah Ade Beni, berkeluh kesah atas adanya isu panas tersebut.

BACA JUGA:  Oman Resmi Jabat Pjs Kades Bobos

Hal senada juga disampaikan Suharto, tokoh masyarakat dari Wilayah Bendul Sukatani, jangan sampai kepala desa yang sudah resmi memiliki SK Bupati dan saat ini menjabat terusik oleh persoalan-persoalan yang sudah berlalu.

“Sebagai warga masyarakat kami lebih memilih kepala desa yang sekarang, karena secara kekuatan hukum mengantongi sk bupati. Kemudian juga dekat dengan masyarakat, kinerjanya sudah teruji dan mampu mengayomi seluruh masyarakat sukatani,” ujar Suharto.

Terpisah, Bamusdes Desa Sukatani Dede Supriatna juga menyampaikan, dirinya menilai bila sampai ada pencabutan SK Bupati atas kepala desa yang saat ini masih menjabat, maka, kemungkinan besar di Desa Sukatani tidak akan kondusif.

“Saat ini masyarakat di Sukatani sudah kondusif, karena kades yang diharapkan sudah sesuai dengan kehendak masyarakat. Orangnya mudah bergaul, selalu merangkul kepada siapapun dan selalu mementingkan kepentingan masyarakat,” beber Dede Supriatna alias Galing saat dikonfirmasi.

Warga tidak ingin masyarakat di Sukatani terjadi perpecahan hanya karena ada pergantian kades, karena sudah lama mendambakan kondisi kondusif seperti saat ini.

“Intinya jangan sampai di masyarakat Sukatani mengalami gesekan-gesekan yang akan berakibat tidak berjalannya pelayanan kepada masyarakat, bila itu terjadi bisa di pastikan akan ada kerusuhan,” tambah Dede.

Seperti diketahui, sekitar awal tahun 2017 ada kejadian luar biasa di Desa Sukatani. Saat itu kepala desa sukatani diperiksa oleh pihak kepolisian Polres Purwakarta, diduga ada anggaran dana desa yang bermasalah hingga diduga ada kerugian negara.

Bupati saat itu melalui Bagian Hukum dan Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa mengambil kebijakan untuk menghentikan kepala desa, agar kasus yang ditangani pihak kepolisian berjalan semestinya.

Atas dasar tersebut, kemudian Pemkab memberikan keleluasaan kepada masyarakat Desa Sukatani dan Bamusdes untuk melakukan pemilihan kepala desa. Sehingga terpilihlah kepala desa yang saat ini menjabat, yang diperkuat dengan SK Bupati.(mas/dan)

BACA JUGA:  Sekda Purwakarta Lepas 1.000 Peserta Mudik Gratis BPJS-TK