12 Tahun Dimekarkan, Kantor Kecamatan Sukasari Masih Ngontrak

DADAN RAMDAN/PASUNDAN EKSPRES BELUM RAMPUNG: Kantor Kecamatan Sukasari kondisinya baru rangka dan atap saja. Tahun ini pemerintah segera menuntaskan pembangunannya.
DADAN RAMDAN/PASUNDAN EKSPRES BELUM RAMPUNG: Kantor Kecamatan Sukasari kondisinya baru rangka dan atap saja. Tahun ini pemerintah segera menuntaskan pembangunannya.

SUKASARI-Sudah hampir 12 tahunan Kecamatan Sukasari  belum miliki kantor sendiri dan masih ngontrak di rumah warga. Pihak pemcam pun berharap  kantor Kecamatan Sukasari rampung tahun ini.

Pantauan Pasundan Ekspres, dari 8 kecamatan yang  dimekarkan baru 6 kecamatan yang sudah menggunakan gedung kantornya. Sementara dua kecamatan lagi belum rampung yaitu Kecamatan Sukasari dan Pusakajaya.

Meski pelayanan publik berjalan, namun dirasakan kurang refresentatif dan harus segera menempati bangunan yang lebih layak dengan fasilitas yang memadai.

Kondisi bangunan kantor Kecamatan Sukasari baru berbentuk rangka dan atap. Sementara untuk bangunan Puskesmas yang lokasinya berdekatan sudah rampung dan sudah digunakan.

“Ya mudah-mudahan tahun ini rampung dan bisa digunakan,” ujar Camat Sukasari Bambang saat ditemui Pasundan Ekspres.

Sementara itu Sekmat Sukasari Mulyadi saat dihubungi menyampaikan, bahwa bangunan tersebut pengerjaannya akan dilanjutkan tahun ini, dengan alokasi anggaran sekitar 2,1 miliar.

Sejumlah Kepala Desa pun sudah sangat mengharapkan gedung kantor kecamatan itu rampung dan digunakan. Sehingga pelayanan publik akan lebih maksimal.

“Ya saya berharap kantor itu selesai dibangun tahun ini,” kata Dedet Kades Sukareja.

Sementara itu, Pemerintah Kecamatan Sukasari akan berusaha secara bertahap menyelesaikan pekerjaan infrastruktur di desa-desa yang ada di Kecamatan Sukasari.

“Untuk tahun depan, atau yang akan dibahas di Musrenbang tahun 2021, pagu kewilayahan saya arahkan ke infra struktur di desa,” kata Camat Sukasari.

Terkhusus, ia menyampaikan titik yang menjadi perhatian yakni pembangunan di Tegaltike yang setiap tahunnya selalu kebanjiran.

“Akan kami usulkan terkait TPT untuk di lokasi yang sering terbanjiri air,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengatakan di tahun 2021 ini, ada salah satu rencana yang akan diajukan ke Pemda Subang dan BBWS terkait dengan pembuatan totosan.

“Di sini, banyak sungai-sungai kecil, kali-kali kecil yang ketika musim hujan bermuaranya ke Sungai Batangleutik,” ucapanya.

Dengan begitu, tumpahan air dari sungai menumpuk di satu sungai yang mengarah ke laut dengan debit yang cukup besar hingga akhirnya meluap.

“Nah kita coba mengajukan untuk bisa ada Totosan untuk Kali Anyar untuk langsung ditembuskan ke laut, ada beberapa anak sungai juga yang dapat dialirkan melalui ini, ini untuk penanggulangan banjir,” tuturnya.(dan/ygi/ysp)