Miris, Banyak Pemilih Tak Kenal Calonnya

TPS JAWARA: Salahsatu TPS 57 Kelurahan Pasirkareumbi Kecamatan Subang, anggota KPPS nya mengenakan konsep baju adat budaya urang Subang, baju kampret plus iket. YUGO ERSOPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Pemilu yang digelar pada Rabu lalu, menyisakan sebuah fakta di lapangan. Di mana pemilih maish banyak yang tidak mengenal dengan calon legislatif terutama untuk Caleg DPRD Prov dan DPR RI juga calon DPD RI.

Dengan kondisi itupun, masyarakat banyak yang tidak memilihnya, dengan tidak mencoblos caleg DPR RI dan DPRD Prov juga calon DPD RI.

Seperti yang disampaikan warga RSS Sidodadi Riyanti kepada Pasundan Ekspres, menurutnya dalam pemilu 2019 yang digelar Rabu lalu, pada saat pencoblosan dirinya sama sekali dan tidak mengetahui adanya calon dari DPD RI tersebut.

Riyanti pun mengaku, merasa kebingungan untuk menentukan pilihan nya bahkan dirinya memutuskan untuk tidak mencoblos sama sekali. Surat suara untuk DPD RI tersebut.

“Ya ga nyoblos surat suara DPD RI soalnya binggung ga ada yang kenal bahkan ketemupun tidak,” ujarnya.

Dia mengatakan, tugas pokok dan fungsi kinerja DPD RI juga tidak mengetahui dengan pasti. Berbeda dengan Anggota DPRD yang memang bekerjanya di legislatif. Namun untuk di DPD, dirinya tidak mengetahui apakah kebijakan yang ada di DPD tersebut.

Diapun menyinggung soal kinerja KPUD, yang dinilai sangat minim sosialisasi. Terutama, soal calon apa saja yang harus dipilih oleh masyarakat. Masyarakat lebih banyak mengenal Calegnya di tingkat Kabupaten, itupun bagi Caleg yang saat ini duduk. Untuk yang lain, masih banyak yang tidak mengenal, seperti DPD RI.

“Kerja nya juga saya ga tau pasti ya jadi begitu, kalo untuk legislatif tau sih,” katanya.

Napi Lapas Subang Dede mengatakan, dirinya yang mencoblos tidak mengenali caleg yang ada di surat suara ataupun calon DPD RI. Namun untuk calon presiden dan wakil presiden dirinya mengetahui dari berbagai media massa,” tidak kenal dan belum pernah lihat, untung nya buat saya milih juga apa kedepan nya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Desa Wantilan Bangun TPS Dari Dana CSR

Sementara itu ketua KPUD Subang Suryaman mengklaim, jika untuk partispasi pemilih di Subang meningkat itu dikarenakan karena adanya efek dari pemilihan presiden dan wakil presiden. Adapun untuk awalnya pihakya menargetkan 77 % dalam pemilu 2019 ini. Namun diluar prediksi jumlah pemilih malah membludak dan tembus 82,9 %, adapun untuk jadwal tahapan rekapitulasi hasil perhitungan suara di gelar dari mulai 17 april hingga 22 mei 2019.

“Ya ini karena efek dari pilpres sehingga mencapai 82,9 persen” tukasnya.

Sementara itu, pelaksanaan Pemilu 2019 tahun ini, ada seajumlah TPS unik, dari mulai konsep budaya dengan mengenakan pakaian adat ataupun konsep pendidikan dengan kostum seragam SD dan SMA.

Seperti yang disampaikan Ketua RT 46 RW 15 RSS Sidodadi Kelurahan Pasirkareumbi – Subang Hary Sobari ST, di mana dalam pelaksanaan pencoblosan yang dilakukan di TPS 57, mengedepankan konsep Jawara dan ragam budaya dikarenakan memang DPT yang ada berasal dari beragam suku, sehingga keragaman tersebut ditonjolkan dalam konsep yang di usung seperti ada miniatur wayang, dan juga ornamen lainnya.

“Ya kita mencoba melakukan hal-hal yang bisa dinikmati oleh pemilih seperti memuncullkan tampilan keanekaragaman budaya,” tuturnya.

Dijelaskan Hary, konsep TPS yang mengusung Jawara, terlihat dari pakaian yang dikenakan para KPSS, seperti baju kampret hitam . Konsep tersebut sekaligus mempromosikan program Subang Jawara Subang, yang harus juga di kenalkan kepada masyarakat nya.

“KPPS menggunakan baju Jawara ini dikarenakan Subang terkenal dengan icon yang saat ini Subang Jawara,” pungkasnya. (ygo/dan)