Nelayan Tanya Program 1.000 Rumah Nelayan

RUMAH NELAYAN: Nelayan di Kabupaten Subang menunggu program perumahan nelayan yang sudah digulirkan sejak tahun 2016. Namun hingga kini program tersebut belum real. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Ribuan nelayan di Kabupaten Subang pertanyakan program perumahan bagi nelayan, yang digaungkan Dinas Kelautan dan Perikanan tahun 2016. Rencana tersebut hingga kini tidak terdengar lagi progessnya seperti apa.

Padahal saat itu, Dinas Kelautan mengklaim akan bergulir program bantuan dari pusat, membangun 1000 rumah nelayan di pesisir pantai utara Subang. Sedangkan sekitar 6000 nelayan asli Subang, sangat membutuhkan program perumahan tersebut, karena tidak semuanya nelayan memiliki rumah.

Nelayan Blanakan – Subang Wahyudi mengatakan, hingga saat ini dirinya belum mendengar lagi adanya progress, rencana program pembangunan rumah nelayan, yang sempat di wacanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Subang tahun 2016.

” Ya kami disini masih menunggu, program tersebut kami nelayan juga ingin sejahtera karena nelayan belum tentu juga punya rumah tetap ,” kata Wahyudi.

Menurut Wahyudi, pemerintah harus segera merealisasikan program perumahan nelayan itu. Pasalnya saat ini dengan adanya mega proyek Pelabuhan Patimban, nelayan semakin tergerus dan bisa dipastikan akan kehilangan tempat tinggal.

“Kalau benar adanya program itu, segera realisasikan, kami sangat menunggu ,” tuturnya.

Bukan hanya menuntut program rumah nelayan, nelayan lain seperti Syarip juga menyampaikan tuntutan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit nelayan atau klinik. Bantuan sembako bagi nelayan pesisir pantai dan program lain yang bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan.

” Kami juga ingin kesejahteraan, karena kami menangkap ikan untuk konsumsi warga Subang bahkan luar daerah Subang. Kami ingin di perhatikan ,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Subang Drs. H. E Kusdinar mengatakan, pihaknya pernah mendengar adanya kabar akan dibangunnya 1000 rumah untuk nelayan. Namun pada waktu itu dirinya belum menjabat sebagai kepala dinas.

BACA JUGA:  BNI Gelar Program "Mari Lipatgandakan Kebaikan"

” Saya waktu itu pernah dengar namun belum menjabat sebagai kepala dinas di sana. Saya akan tanyakan lagi ke pusat bagaimana progres pembangunan 1000 rumah untuk nelayan ini,” tandasnya.

Dijelaskan Kusdinar, saat ini untuk tempat tinggal, ada beberapa hunian sementara untuk para nelayan yang datang dari jauh untuk bisa tinggal di Blanakan. Namun itu bentuknya seperti Mess untuk nelayan yang sudah lama di bangun dan digunakan oleh nelayan di sana.

“Setahu saya kalau Mess, sudah ada di Blanakan, bersifat sementara untuk nelayan yang datang dari jauh bisa memanfaatkan Mess tersebut, ” tukasnya. (ygo/dan)