Pemdes Mulyasari Manfaatkan IUDes untuk Pembangunan

H. Abdul Basit , Kepala Desa Mulyasari.

BINONG-Pemerintah Desa Mulyasari Kecamatan Binong berencana melanjutkan kembali pembangunan infrastruktur. Dimana di sejumlah dusun masih terdapat infrastruktur yang perlu perbaikan.

Kepala Desa Mulyasari H. Abdul Basit mengatakan, pembangunan jalan dengan cara pengecoran akan dilakukan di sejumlah titik diantaranya di Blok RT 11, RT 14 serta RT Desa Mulyasari.“Kita melanjutkan pengecoran jalan yang ada di RT itu, bahkan ada tambahan lagi,” kata Abdul Basit, saat ditemui di kantornya.

Selain jalan, lenning jalan serta drainase juga akan kembali dilakukan untuk kepentingan usaha pertanian di Desa Mulyasari. “Insya Allah tahun ini kita coba selesaikan lenning drainase serta beberapa pembangunan fisik yang juga nilainya kecil,” ucapnya.

Abdul Basit juga saat ini akan mulai menjalankan kebijakan pembangunan dari iuran desa atau IUDes. Pembangunan melalui IUDes ini dilakukan untuk pembangunan yang nilainya kecil dan tidak menunggu dana transfer seperti DD, ADD, BKU serta Banprov.

“Saya ingin memanfaatkan kelompok atau wakil dusun untuk pembangunan yang nilainya kecil. Iuran desa ini nanti panitia pembangunannya kelompok setempat atau warga sekitar,” bebernya.

Ia menyebut, pembangunan dari IUDes misalnya diperuntukan pada pekerjaan yang nilainya dibawah Rp 10 juta serta beragam kegiatan lain yang tidak perlu menunggu pencairan dana transfer.

“Kalau ada genangan air di jalan atau perlu pengarugan kita lakukan dari IUDes itu, nilainya kecil kan, juga bisa dilakukan warga sekitar. Jadi dana IUDes itu bisa bermanfaat dan cepat,” kata Abdul Basit.

Ia menjelaskan, dana IUDes sendiri diambil dari kontribusi petani lokal serta petani guntay. Kontribusi IUDes akan ditujukan pada pembangunan masyarakat berdasarkan hasil kesepakatan dengan BPD.

“Jadi IUDes ini tidak untuk gaji aparat, sudah saja untuk pembangunan biar lebih maksimal,” bebernya.

Lalu mengenai kesejahteraan bagi aparatur desa, ia juga ingin memberikan perhatian untuk urusan kesejahteraan Perangkat Desa. Hal itu dilakukan agar pelayanan pada masyarakat semakin maksimal.

“Kesejahteraan nya dulu kita perhatikan, kalau kesejahteraan bagus pelayananya juga bagus. Pelayanan bisa maksimal,” tukasnya. (ygi/dan)