Sanksi Menanti Oknum Satpol PP Pelaku Penusukan Pengamen

Satpol PP

SUBANG-Oknum Satpol PP diduga lakukan penusukan terhadap seorang pengamen, yang tergabung dalam kelompok angklung dan biasa mangkal di lampu merah Shinta, jalan Otista Subang. Kabar tersebut dibenarkan oleh seorang tukang parkir, Aples (36).

Kepada Pasundan Ekspres, Aples mengaku, tidak tahu percis detail kejadiannya bagaimana, hanya mengetahui setelah penusukan yang diduga dilakukan oleh oknum Satpol PP sudah terjadi.

“Saya tahunya sudah terjadi saja. Ini korbannya Pa Udung, katanya ditusuk Satpol PP, sekarang dibawa ke PPN,” ungkap Aples, Selasa (2/2) sore.

Hal tersebut sontak menjadi viral di media sosial dan mengundang reaksi dari berbagai kalangan. Soal penusukan seorang pengamen oleh oknum anggota Satpol PP, Wakil Ketua DPRS Subang, Elita Budiarti angkat bicara. Elita mempertanyakan kinerja dari Penyidik Pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Kabupaten Subang.

Menurutnya, perilaku indisipliner oknum anggota Satpol PP yang menjadi pelaku penusukan pengamen harus ditindak tegas. “Apapun masalahnya, kalau sudah melakukan penusukan, artinya dia sudah melakukan penganiayaan. Sudah melakukan perbuatan yang tidak pantas pada masyarakat yang harusnya dilindungi. Saya jadi mau tanya, PPNS sudah sejauh mana cek PNS yang melanggar aturan seperti itu,” ungkapnya.

Bahkan Elita juga mngklaim akan segera bicara dengan Kasatpoldam Subang untuk mengetahui persoalan yang melatarbelakangi penusukan tersebut. Elita menegaskan, jika sudah melakukan tindakan penganiayaan maka dia juga wajib mendapati tindakan disiplin oleh pimpinannya.

“Ya nanti kita akan bicara dengan Kasatpoldam, saya juga mau tau bagaimana awal peristiwa itu, sehingga terjadi penusukan,” tambahnya lagi.

Pada kesempatan yang lain, Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Subang Dikdik Solihin, menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Subang. Terkait kasus penusukan dan penganiayaan terhadap pengamen jalanan, yang dilakukan oleh oknum anggotanya.

Kejadian tersebut kata Dikdik, telah mencoreng nama baik Lembaga Satpolpoldam Kabupaten Subang, di mata masyarakat.

“Atas nama pribadi, Lembaga Satpoldam, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Khususnya kepada korban dan keluarganya, juga kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Subang pada umumnya,” ujar Dikdik kepada Pasundan Ekspres.

“Mungkin kejadian ini, dapat mencoreng lembaga Satpol PP. Tetapi saya tak pernah sekalipun menyuruh, atau memmerintahkan anggota saya, melakukan tindakan pungli, atau meminta-minta japrem kepada siapapun. Justru yang saya perintahkan kedepankan tindakan persuasif, dan humanis, dalam setiap menjalankan tugas,” terangnya.

Ia menyatakan, kasus tersebut saat ini sudah ditangani oleh Polsekta Subang. Pihaknya tidak akan menutup-nutupi dan menghalang-halangi penyidik kepolisian, untuk mengusut tuntas kasus penusukan, dan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggotanya itu.

“Saya serahkan semuanya kepada pihak kepolisian. Jika menyangkut pidana, kami tak akan menghalang-halangi pihak kepolisian, untuk menghukumnya sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Dikdik.

Dikdik berharap, kasus tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi, seluruh anggotanya, agar tidak bertindak sewenang-wenang terhadap masyarakat. “Mudah-mudahan saja, ini menjadi pembelajaran yang berharga bagi anggotanya lain,” pungkasnya.

Bupati Subang H Ruhimat juga menyampaikan permohonan maafnya atas kejadian tersebut. “Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, menyampaikan permohonan maaf dan merasa prihatin atas kejadian yang menimpa pengamen warga Subang yang telah mendapatkan perlakuan kekerasan oleh oknum PNS,” katanya.

H Ruhimat menegaskan, akan menindak tegas siapapun yang melakukan tindakan kejahatan di wilayah Kabupaten Subang. “Untuk oknum PNS, saya perintahkan kepala BKPSDM untuk segera memproses sanksi atas tindakan kekerasan tersebut, sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Saya tidak ingin kejadian ini mengganggu kenyamanan, keamanan dan ketertiban di wilayah Subang,” kata Ruhimat.(idr/vry)