SDN Mitra Karya Butuh Bantuan Rehab Ruang Kelas

BUTUH PEREHABAN: SDN Mitra Karya yang berlokasi di Desa Bobos Kecamatan Legonkulon, kondisinya rusak parah, pihak sekolah sudah berkali-kali mengajukan bantuan, namun tidak ada realisasinya. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

Sudah Ajukan Proposal Belum Ada Realisasi

LEGONKULON-Unit Pelaksana Teknis (UPT) SDN Mitra Karya di Desa Bobos Kecamatan Legonkulon, mengharapan kehadiran Pemerintah dan Dinas terkait. Di mana tiga ruangan untuk Kelas 1,2 dan 3 kondisinya sangat memprihatinkan.

Saat Pasundan Ekspres meninjau langsung SDN Mitra Karya, yang berlokasi di Dusun Kali Mukti RT13/RW04 Desa Bobos, dari luar telah tampak atap bangunan yang gentingnya berantakan, serta tembok yang terlihat tidak tegak lurus. Belum lagi cat serta tembok yang kondisinya dipenuhi sawang.

Salah satu Guru yang ditemui M. Toha S,Ag menuturkan, bahwa 3 ruang kelas yang tak tersentuh bantuan rehab, sudah lebih 5 tahun berjalan. Dalam kurun waktu tersebut, ia menyebut belum ada kucuran bantuan untuk rehab yang kini kondisinya sangat memprihatinkan.

“Kelas yang parah itu 1,2 dan 3. sudah lamalah ini, sekitar 5 tahun kondisi tidak ada perehaban,” ucap Toha kepada Pasundan Ekspres, kemarin (10/1).

Toha menyebutkan, meski dengan kondisi kelas yang langit-langitnya bolong, serta beberapa jendela tidak ada kaca, namun kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap dilakukan diruangan tersebut.

“Belajarnya disitu, kalau hujan bocor, kadang airnya juga masuk ke kelas, lihat aja pintunya juga ga ada, jendela ga ada,” ungkap Toha.

Setahu Toha, pihak sekolah sendri telah beberapa kali mengajukan proposal bantuan ke instansi terkait, melalui UPTD Pendidikan yang sekarang menjadi Korwil. Namun bantuan tersebut tak kunjung tiba. “Pengajuan sudah beberapa kali tapi malah yang dapat bantuan SD lain,” jelas Toha.

Ia mengungkapkan dengan kondisi tersebut, beberapa kali sempat terdengar isu merger sekolah. Selain dengan kondisi ruang kelas yang memprihatinkan, SDN Mitra Karya juga saat ini, hanya memiliki total 51 murid serta kekurangan guru.

“Isunya waktu itu mau di merger, karena murid kita sedikit, 51 siswa itu satu SD, karena sedikit bantuan BOS juga berpengaruh,” jelasnya.

Selain ruang kelas baru, pihak SDN Mitra Karya juga mengharapkan adanya pembangunan pagar sekolah. Sebab selama ini karena tidak ada pagar sekolah, halaman SD kadang dipakai tempat parkir mobil atau penyimpanan bahan material masyarakat.

“Kadang juga warga kemana-mana lewat sekolah, itu juga genting engga ada, dan itu sempat ke tabrak sama mobil,” bebernya.

Toha juga menyebut, saat ini pihak sekolah kembali coba mengajukan proposal bantuan, lewat Pemerintahan Desa Bobos. Ia berharap Pemerintah dan Dinas terkait bisa secepatnya merespon, melihat dan melakukan tindakan bagi ketiga ruang kelas tersebut.

Sementara itu, Plh. Kepala Desa Bobos Oman Suherman, ketika dikonfirmasi Pasundan Ekspres membenarkan adanya proposal yang diterima dari SD Mitra Karya, terkait tiga ruang kelas yang kondisinya rusak tersebut.

“Sudah menerima proposal, nanti akan juga disampaikan juga dengan dinas terkait, modelnya seperti apa masih, dipelajari jadi nanti Pemerintah Desa juga mendorong,” kata Oman. (ygi/dan)