Kawis Mas Sebagai Wujud Syukur Atas Kemerdekaan

Kawis Mas Sebagai Wujud Syukur Atas Kemerdekaan
0 Komentar

 Oleh :

Edi Rianto ( Guru Geografi SMAN 2 Rembang, Jateng)

Kemerdekaan RI yang ke 78 segera kita peringati. Aromanya mulai sekarang sudah terlihat di perkotaan dan pedesaan bahkan di kampung terpencil , masyarakat telah mempersiapkannya dengan berbagai cara mereka sebagai wujud kebahagiaan sekaligus tanda syukur kepada Allah swt atas nikmat kemerdekaan ini. Aksi Nyata yang dilakukan setiap warga di seluruh penjuru tanah air, dari desa sampai kekota sangat beragam. Aksi nyata warga mengisi kemerdekaan sebagai wujud rasa syukur yang telah dikaruniakan sang pencipta Allah swt kepada bangsa Indonesia untuk mengenang dan merenungkan kembali jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita yang telah berjuang melawan para penjajah.

Perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan sangat berat dan harus bertaruh jiwa dan raga sampai titik darah penghabisan. Untuk para pahlawan, baik yang berjuang secara lokal kedaerahan maupun secara nasional telah rela berkorban nyawa demi tegaknya bumi pertwi ini. Kesadaran sejarah yang membuat negara ini tidak akan pernah melampui batas dan hancur. Semangat jiwa patriot dan akan terus tertanam dalam segenap jiwa dan raga seluruh warga negara Indonesia.

Merdeka dari segala penjajahan fisik dan mental kolonialisme yang telah beratus – ratus tahun bangsa ini alami. Kemerdekaan secara fisk memang secara kasat mata sudah merdeka dan sudah diakui oleh negara – negara di seluruh dunia sebagai negara yang berdaulat. Namun, ada hal yang lainnya yang wajib kita pahami bersama bahwa penjajahan sekarang ini lebih mengarah kepada mental.

Baca Juga:Profil Kaum Marginal Daerah Pinggiran Kota Surakarta (Kasus Di Sukoharjo) Bag 2 HabisDapat Penyertaan Modal, 40 Persen dari 242 BUMDes Malah ‘Mati Suri’

Kita seyogyanya mempunyai jiwa – jiwa yang merdeka, bebas mengeluarkan pendapat di negara yang demokrasi yang menjamin HAM (Hak Asasi Manusia) dalam berpendapat. Kemerdekaan jiwa dan raga harus tetap dapat dirasakan oleh seluruh warga negara Indonesia. Merdeka juga dalam arti kebutuhan kita untuk hidup, yang tidak banyak bergantung dari bangsa lain atau tidak mengimport dari negara lain misalnya beras, garam,kedelai dan bahan lainnya. Sungguh ironis, jika kita negara agraris akan tetapi masih mengimpor beras, garam dll produk pertanian. Masuknya barang import akan menjauhkan kita dari kemandirian dan berujung pada kesejahteraan rakyat kita bisa menurun.

0 Komentar