KISAH DAN ESENSI QURBAN DALAM IDUL ADHA

KISAH DAN ESENSI QURBAN DALAM IDUL ADHA
0 Komentar

Dan masih banyak cerita lain yang mengharukan dan menjadi inspirasi kita untuk berqurban. Ada juga sebuah model qurban untuk memberi pengalaman religi kepada anaknya dengan cara orang tua menyuruh anaknya berqurban tapi memakai duit orang tuanya atau uang tabungannya, dengan harapan mereka kelak bisa meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Kisah ini saya dilakukan oleh sebuah keluarga yang tinggal di Cirebon yang memiliki 2 anak kuliah semua dan semua anaknya berqurban. Kisah inspiratif ini tentu penting untuk disimak dan ditiru.

Kisah di atas memberi pelajaran pada kita sekaligus menjadi bahan renungan bahwa soal qurban ternyata tidak hanya berdimensi duniawi tapi juga ukhrawi sehingga semangatnya juga harus memadukan semangat keduanya dunia dan akherat.

Meskipun dalam pandangan islam bahwa hanya orang islam yang mampu yang dipanggil untuk melaksanakan ibadah ini tetapi konsep mampu ternyata bisa menjadi alasan yang berkepanjangan dan sulit diukur meskipun dengan cara perbandingan gampang dilogika. Jika seorang muslim bisa membeli sepeda motor seharga Rp 10.000.000 berarti dia mampu, akan tetapi banyak kita temukan mereka punya lebih dari satu motor bahkan handphone lebih dari satu tetapi belum berqurban.

Baca Juga:Dewan Guru Lapor Polisi, Mantan Kepala Madrasah Gelapkan Uang TabunganJelang HUT Bhayangkara, Jabatan Kapolres Subang Berganti, Masih Banyak Kasus Belum Terungkap!

Maka dalam beberapa ayat Al Qur’an, Allah selalu menyebutnya dengan orang yang beriman dahulu baru kemudian beramal shaleh atau berbuat kebaikan dan diapresiasi dengan hadiah surga. Jadi qurban juga harus dilandasi dengan iman yang kuat baru muncul kemauan untuk melaksanakan qurban. Jadi esensi ibadah termasuk qurban harus berlandaskan Iman terlebih dahulu baru qurbqn atau beramal shaleh. Semoga islam menjadi agama yang rahmatan lil ‘alamin karena umatnya sangat peduli terhadap lingkungannya.

Laman:

1 2 3
0 Komentar