Momentum Hari Pahlawan, Mensos Ajak Masyarakat Perangi Kemiskinan dan Kebodohan

Momentum Hari Pahlawan, Mensos Ajak Masyarakat Perangi Kemiskinan dan Kebodohan
0 Komentar

*4 Pahlawan Nasional*
Sejak tahun 1959 dalam setiap peringatan Hari Pahlawan, Presiden RI memberikan anugerah Gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa dan berkontribusi besar dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan NKRI.

Tahun ini Presiden menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 4 (empat) tokoh yaitu: 1) H. Usmar Ismail dari Provinsi DKI Jakarta; 2) Raden Aria Wangsakara dari Provinsi Banten; 3) Tombolotutu dari Provinsi Sulawesi Tengah, dan 4) Sultan Aji Muhammad Idris dari Provinsi Kalimantan Timur.

Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional diselenggarakan di Istana Negara Jakarta hari ini (10/11) pukul 10.00 WIB. Dalam UUD 1945 Pasal 15 meyatakan bahwa Presiden memberi gelar, tanda jasa dan lain-lain tanda kehormatan yang diatur pelaksanaannya dengan UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.

Baca Juga:Raih Jabatan Kepala Bidang Dalam Jangka Waktu 10 Tahun, Ini Inovasi Yusep SaepullohDPRD Dorong DPMPTSP Usulkan Raperda PBG

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional sebagai penghargaan terhadap sosok yang telah berjasa besar mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan NKRI. Selain itu juga menumbuhkembangkan sikap keteladanan bagi setiap orang dan mendorong semangat melahirkan karya terbaik bagi kemajuan bangsa dan negara.

Riwayat Singkat Empat Pahlawan Nasional

Tombolotutu
Adalah tokoh perlawanan terhadap penindasan Belanda di Mautong. Kontrak-kontrak yang ditawarkan Belanda kepada rakyat Mautong membuat penguasa Mautong kehilangan haknya selaku penguasa dan rakyat semakin sengsara karena keterbatasan mengelola sumber alamnya sendiri. Dari sini Tombolotutu memimpin dan memperjuangkan hak-hak rakyat Mautong yang dirampas sehingga terjadi pertempuran yang tidak hanya banyak memakan korban namun juga kerugian materiil.

Sultan Aji Muhammad Idris
Tokoh pemersatu yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi bangsa Indonesia. Melalui perubahan sistem pemerintahan menjadi kesultanan, ia berusaha menjalin hubungan dan menyatukan kekuatan dengan berbagai kesultanan dalam menentang kolonialisme.

Usmar Ismail
Merupakan salah satu tokoh perfilman nasional dan internasional yang menunjukkan sumbangan terbesarnya dalam kemajuan industri perfilman tanah air. Kepeloporannya dalam membangun perfilman nasional yang diakui oleh dunia. Hal ini merupakan kepeloporan dan prestasi yang patut dicatat dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Raden Aria Wangsakara
Selain merupakan tokoh keagamaan pada Kesultanan Banten pada masanya, ia juga tokoh politik dan pemimpin militer yang terus berjuang dalam semangat mengusir penjajah. Pada masa Kesultanan Banten di bawah pimpinan Sultan Abul Mufakhir dan Sultan Ageng Tirtayasa, Raden Aria Wangsakara menegaskan perannya sebagai sosok yang turut memainkan peran penting melawan penjajah (VOC). (rls/adv)

Laman:

1 2
0 Komentar