Covid-19 Varian Omicron Belum Ditemukan di Subang

Covid-19 Varian Omicron Belum Ditemukan di Subang
PROTOKOL: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.CINDY DESITA PUTRI/PASUNDAN EKSPRES
0 Komentar

SUBANG-Kasus Covid-19 di Indonesia kembali meningkat sejak akhir Oktober 2023 lalu akibat kemunculan subvarian baru dari Omicron.

Tak hanya di Indonesia, situasi serupa juga terjadi di sejumlah negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina.

Peningkatan kasus Covid-19 di kawasan tersebut menjadi sorotan, terutama karena terjadi menjelang musim liburan Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga:Bukit Pamoyanan di Tanjungsiang Subang Jadi Pilihan Favorit Para WisatawanExploring the Interplay of Technology and Knowledge in Indonesia

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi menyampaikan, varian baru ini belum ditemukan di Kabupaten Subang. Namun Maxi mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Diiingatkan kembali untuk masyarakat untuk tetap menggunakan masker apa lagi ketika bepergian dan sering menuci tangan serta menjaga jarak agar tidak tertular covid-19 varian baru,” ujarnya.
Ia menegaskan, kebiasaan menggunakan masker dan cuci tangan, serta jaga jarak, ketiga itu tidak akan pernah hilang, karena penyakit itu bisa menular dengan cepat melalui udara.

“Jadi masker, cuci tangan dan jaga jarak itu, merupakan pencegahan yang paling efektif, dalam mencegah penularan penyakit melalui udara, seperti halnya covid-19 dengan varian barunya itu,” terangnya.

Dengan strategi ini, dokter Maxi berharap usaha tersebut bisa lebih meningkatkan kesadaran dan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam berjuang memutus rantai penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.(cdp/ysp)

0 Komentar