“Ini disebabkan lifestyle ya. Jadi kalau untuk diabetes dan hipertensi penyebab nomor satu itu gaya hidup. Makanan-makanan sekarang itu kan tinggi sekali sodium yang asin yang gurih. Nah, asupan makanan yang tinggi natrium ini kemudian berpotensi untuk menaikkan tekanan darah,” katanya.
Ditemui di tempat yang sama, Direktur RSUD Bayu Asih dr. Tri Muhammad Hani, M.A.R.S., menyampaikan apresiasinya kepada IDI Purwakarta yang telah mempercayakan Bayu Asih sebagai lokasi acara yang melibatkan semua rumah sakit di Purwakarta.
“Salah satu peran rumah sakit Bayu Asih ialah mendukung upaya edukatif, promotif, termasuk juga preventif kepada masyarakat,” kata Hani, panggilan akrabnya.
Baca Juga:KPU Persilahkan Caleg dan Parpol Lakukan Komplain Perbedaan Data Suara Balon Bupati Subang dari Pantura Mengerucut Tiga Nama
Diungkapkan Hani, pihaknya memiliki 20 unit mesin hemodialisa dan dioperasikan dalam dua sif, sudah maksimal. Akan tetapi, karena jumlah pasien terus bertambah dan tidak diimbangi jumlah mesin, maka berlaku sistem waiting list.
“Sebenarnya ada dua modalitas terapi yang lain, yakni transplantasi ginjal dan CAPD atay Continous Ambolatory Peritoneal Disease. RSUP Hasan Sadikin saat ini membuka kembali layanan tranplantasi ginjal. Untuk layanan CAPD bisa dilakukan di Purwakarta pascaoperasinya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Fun Walk, dr. Dian Herdiansyah, Sp.KFR., menyebutkan, kegiatan dimajukan mengingat sebentar lagi memasuki Bulan Suci Ramadan. “Ya, selain silaturahmi juga bisa disebut munggahan,” ucap Dian.
Dijelaskannya, seluruh rumah sakit di Purwakarta turut mendukung kegiatan yang melibatkan lebih dari 550 peserta tersebut. “Kami juga hadirkan pemeriksaan kesehatan gratis seperti tes mantuk dan Hb. Ada juga pemberian penghargaan kepada para pejuang-pejuang tuberkolosis. Dan yang paling menarik adalah hadiah berupa lemari es, LED Tv hingga puluhan hadiah menarik lainnya,” kata Dian.(add)
