Cak Imin Minta Rehab-Rekon Dipercepat, Pemulihan Ekonomi Warga Jadi Prioritas

Cak Imin Minta Rehab-Rekon Dipercepat, Pemulihan Ekonomi Warga Jadi Prioritas
Menurut Cak Imin, proses pemulihan tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus memastikan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi secara normal. -
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO- Pemerintah menegaskan bahwa pemulihan masyarakat, khususnya sektor ekonomi, menjadi prioritas utama dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana di wilayah Sumatera.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat menghadiri Rapat Terbatas Tim Pengarah Satgas Percepatan Rehab-Rekon di Jakarta.

Rapat tersebut membahas perkembangan penanganan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca Juga:Kisah Dilla, Anak Penjual Seragam di Subang yang Dikunjungi Pimpinan ITB usai Lolos SNBPTulisan 'Kehilangan Bukan Tanggung Jawab Pengelola' di Karcis Parkir Ternyata Bisa Dipidana 5 Tahun

Menurut Cak Imin, proses pemulihan tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus memastikan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi secara normal.

“Pemulihan ekonomi rakyat harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisik agar masyarakat benar-benar bangkit,” ujar Cak Imin, di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Sejumlah capaian positif telah terlihat, seperti pulihnya pasokan listrik, BBM, LPG, serta jaringan internet di sebagian besar wilayah terdampak.

Dukungan teknologi satelit juga membantu membuka akses komunikasi di daerah terisolasi.

Di sektor ekonomi, aktivitas UMKM mulai menggeliat. Warung, kedai, hingga restoran kembali beroperasi dan menjadi indikator kebangkitan ekonomi lokal.

“Perlu diketahui pemerintah juga telah menyalurkan bantuan kepada lebih dari 170 ribu rumah terdampak, termasuk bantuan stimulan dan jaminan hidup.,” kata Cak Imin.

Meski demikian, tantangan masih ada, terutama pada pemulihan sektor pertanian dan perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Baca Juga:3 Sekolah Rakyat Raih Penghargaan Top 100 Excellence Award 20269 Weton Tulang Wangi Paling Diincar Sengkolo saat Malam 1 Suro, Jangan Keluar Rumah!

Selain itu, percepatan normalisasi sungai dan muara juga menjadi perhatian penting untuk mencegah risiko bencana lanjutan.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp100,1 triliun untuk periode 2026–2028 melalui direktif Presiden.

Anggaran ini difokuskan untuk pemulihan infrastruktur, perumahan, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Rapat turut dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Menko PMK Pratikno dan Mendagri Muhammad Tito Karnavian.

Pemerintah menegaskan komitmen mempercepat pemulihan secara terintegrasi agar daerah terdampak segera bangkit dan lebih tangguh menghadapi bencana di masa depan.

M

0 Komentar