Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyelesaikan Readiness Assessment Methodology (RAM) untuk AI yang disusun UNESCO.
Instrumen tersebut berfungsi sebagai alat diagnosis untuk menilai kesiapan dan tata kelola AI Indonesia di masa depan sesuai pedoman etika yang berlaku.
Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar dengan dukungan talenta-talenta unggul di bidang teknologi.
Baca Juga:Kisah Dilla, Anak Penjual Seragam di Subang yang Dikunjungi Pimpinan ITB usai Lolos SNBPTulisan 'Kehilangan Bukan Tanggung Jawab Pengelola' di Karcis Parkir Ternyata Bisa Dipidana 5 Tahun
Karena itu, pemerintah akan terus menyiapkan ekosistem pendukung, sementara masyarakat didorong untuk meningkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing di era digital.
“Kuasai teknologinya, pegang teguh etikanya. Mari kita jadikan AI sebagai jembatan menuju Indonesia yang lebih maju, lebih cerdas, dan lebih bermartabat,” kata Gibran.
R.
