Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung target swasembada pangan yang berkelanjutan.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menilai target pengolahan tersebut membutuhkan sinergi yang kuat dengan pelaku industri penggilingan padi nasional.
Menurutnya, keterlibatan PERPADI menjadi faktor penting agar program dapat berjalan cepat ketika kebijakan pemerintah mulai diterapkan.
Baca Juga:Sejarah Gunung Kawi yang Disebut Pernah Didatangi Sarwendah hingga Jokowi, Pesarean Eyang Jugo DisorotDetik-detik Kapal Terbalik di Perairan Siak, Petugas Bea Cukai Tewas Tenggelam
“BULOG memahami bahwa penugasan pengolahan sebanyak 2 juta ton Cadangan Beras Pemerintah menjadi premium membutuhkan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk PERPADI. Karena itu, kami membangun sinergi agar saat kebijakan ditetapkan, program dapat langsung berjalan secara optimal,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kesiapan PERPADI yang menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Menurutnya, keberhasilan kolaborasi dalam penyerapan gabah selama ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kerja sama pada tahap pengolahan CBP menjadi beras premium yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Rizal menyebut sinergi ini menjadi langkah baru dalam memperkuat ekosistem perberasan nasional.
Ia optimistis kolaborasi yang terbangun mampu mendukung cita-cita pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Bulog akan menggandeng mitra penggilingan padi yang memenuhi standar mutu di berbagai daerah. Skema tersebut dirancang secara terintegrasi agar proses pengolahan menghasilkan beras premium yang bersih, higienis, sehat, dan memiliki kualitas yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, Ketua Umum PERPADI Sutarto Alimoeso menegaskan organisasinya siap mendukung penuh langkah yang diinisiasi Bulog. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan bentuk nyata kontribusi dunia usaha dalam mendukung program pemerintah di sektor pangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BULOG yang mengajak PERPADI bersama-sama melaksanakan program pemerintah. Kami siap mendukung sepenuhnya pengolahan Cadangan Beras Pemerintah menjadi beras premium sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan nasional,” katanya.
Baca Juga:BRIN Luncurkan Satelit Buatan Indonesia di India pada Awal 2027Duel Panas Semifinal Piala Dunia 2026! Head to Head Prancis vs Spanyol Ungkap Fakta Mengejutkan
Pada kesempatan yang sama, Bulog juga memaparkan perkembangan realisasi penyerapan beras nasional.
Hingga 13 Juli 2026, penyerapan setara beras telah mencapai sekitar 3,35 juta ton atau sekitar 84 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton. Bahkan, sejumlah wilayah dilaporkan telah berhasil memenuhi target penyerapan hingga 100 persen.
