Indonesia Segera Gunakan Rudal Supersonik BrahMos Buatan India Senilai Rp10,2 Triliun

Indonesia Segera Gunakan Rudal Supersonik BrahMos Buatan India Senilai Rp10,2 Triliun.
Sebuah rudal jelajah supersonik Brahmos dipamerkan di Pameran Pertahanan Maritim Internasional di Saint Petersburg pada 28 Juni 2017.-
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO-Indonesia resmi menandatangani kesepakatan pembelian rudal jelajah supersonik BrahMos buatan India. Nilai kontrak mencapai sekitar 630 juta dolar AS atau setara Rp10,2 triliun (kurs Rp16.200 per dolar AS).

Kesepakatan ini menjadikan Indonesia negara ketiga di Asia Tenggara yang mengoperasikan BrahMos setelah Filipina dan Vietnam. Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia dan diumumkan di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026) lalu.

Kontrak BrahMos ini menjadi bagian dari 16 kerja sama yang diumumkan kedua negara. Dalam kesempatan yang sama, juga diumumkan kerja sama pengadaan rudal udara-ke-udara antara Bharat Dynamics Limited (BDL) dengan Republikorp.

Baca Juga:Sejarah Gunung Kawi yang Disebut Pernah Didatangi Sarwendah hingga Jokowi, Pesarean Eyang Jugo DisorotDetik-detik Kapal Terbalik di Perairan Siak, Petugas Bea Cukai Tewas Tenggelam

Menurut sumber pemerintah India yang dikutip Reuters, nilai keseluruhan kesepakatan ini sekitar 630 juta dolar AS, lebih tinggi dari estimasi awal yang beredar antara 200 hingga 350 juta dolar AS. Kontrak mencakup pengadaan baterai rudal BrahMos, termasuk peluncur, radar, dan rudal. Indonesia disebutkan kemungkinan membeli hingga dua atau tiga baterai.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI terkait penggunaan rudal tersebut.

“Untuk kerja sama dengan Indonesia, ini masih dalam penanganan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan,” kata Tunggul saat jumpa pers di Mabesal Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (13/7/2026).

Tunggul belum bisa menjelaskan lebih lanjut rencana TNI AL dalam mengoperasikan rudal yang dinilai cocok untuk pertahanan pantai. Meski demikian, ia menyambut baik kesepakatan ini.

“Dengan adanya kerja sama ini, pertahanan Indonesia akan semakin kuat,” ujarnya.

Spesifikasi Rudal BrahMos Buatan India

BrahMos merupakan rudal jelajah supersonik hasil joint venture India-Rusia. Rudal ini mampu melesat dengan kecepatan Mach 2,8 hingga Mach 3 (sekitar 3.000–3.700 km/jam) dan memiliki jangkauan hingga 290–450 kilometer tergantung variannya.

BrahMos dapat diluncurkan dari darat, laut, maupun udara, serta dirancang untuk menghancurkan target permukaan dan kapal perang.

Baca Juga:BRIN Luncurkan Satelit Buatan Indonesia di India pada Awal 2027Duel Panas Semifinal Piala Dunia 2026! Head to Head Prancis vs Spanyol Ungkap Fakta Mengejutkan

Pembelian ini menjadi bagian dari upaya modernisasi alutsista TNI, khususnya untuk memperkuat pertahanan di wilayah laut dan selat strategis Indonesia. Kesepakatan ini juga membuka peluang transfer teknologi dan kerja sama pertahanan yang lebih luas antara kedua negara.

0 Komentar