Desa Kesongo Jawa Tengah Ubah Sampah jadi Bernilai Ekonomi

0 Komentar

Untuk pemasaran kerajinan enceng gondok, Bengok Craft mempromosikan produk secara online dan offline. Secara online ada di sosial media, sedangkan secara offline melalui pameran dan terdapat juga Art Gallery di Desa Kesongo.Bengok craft masuk dalam kategori recycle pada saat menggelar stand di pameran Inacraft 2019 di Jakarta Convention Center. Produk yang diseleksi di Inacraft 2019 melalui proses yang menjamin kualitas tiap produknya.

Agar dapat memiliki barang kerajinan enceng gondok ini butuh menyiapkan biaya sekitar Rp 10.000 – Rp 500.000. Tergantung tingkat kesulitannya, paling murah yaitu gantungan kunci dan gelang dengan harga Rp 10.000 atau Rp 20.000 saja.

Mayoritas warga Desa Kesongo yang bekerja sebagai petani, sekarang sudah banyak juga yang berfrofesi sebagai pengrajin. Mereka bekerja sama untuk menambah pendapatan dan memperluas lapangan pekerjaan bagi masyarakat.Sehingga lingkungan di Desa Kesongo menjadi bersih karena warga mengolah sampah dengan baik. Desa ini sekarang menjadikan desa yang ramai dikunjungi wisatawan untuk melihat langsung proses pengolahan enceng gondok menjadi kerajinan.

Baca Juga:Laju Pemerintahan Dinilai Lambat, Serapan Infrastruktur Akhir Tahun jadi SorotanPemkab dan BBWS Harus Antisipasi Pergeseran Tanah

Semoga kreativitas warga desa Kesongo, Jawa tengah bisa menginspirasi desa lain di Indonesia menjadi desa yang ramah lingkungan dan bersih dari sampah serta merubahnya bernilai ekonomi. (*)

Laman:

1 2 3
0 Komentar