Implementasi Kurikulum Merdeka, Menjajah Siswa, Benarkah?

Implementasi Kurikulum Merdeka, Menjajah Siswa, Benarkah?
0 Komentar

Kreativitas guru agar dapat memberikan stimulus maka guru membutuhkan keleluasaan untuk melakukan pembelajaran. Guru juga harus dapat menyesuaikan dengan tahap capaian dan perkembangan masing-masing peserta didik. Selain itu, guru harus mampu melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan local. Suatu tugas dan kewajiban yang sarat.

Tugas dan kewajiban sarat bagi guru tidak akan menjadi berat. Salah satu syarat tugas guru yang sarat tidak menjadi berat jika guru benar-benar sebagai guru merdeka. Guru merdeka berarti guru yang telah dapat melakukan elaborasi dan kolaborasi. Implementasi elaborasi harus dilakukan oleh para guru terlebih dahulu sebelum para guru meminta peserta didik melakukan elaborasi dan kolaborasi. Guru terlebih dulu mengalami proses yang akan dilalui oleh peserta didik atau leader. Guru harus melakukan kegiatan membaca dan menuliskan hasil eksplorasi, mendiskusikan, mendengar pendapat, untuk lebih mendalami sesuatu, menganalisis kekuatan atau kelemahan argumen, mendalami pengetahuan tentang sesuatu. Guru dapat membangun kesepakatan melalui kegiatan kooperatif bersama dengan anggota di komunitas sekolah. Para guru mempunyai budaya membaca dan menulis, sehingga mampu menguji prediksi atau hipotesis, menyimpulkan bersama, dan menyusun laporan atau tulisan, menyajikan hasil kerja bersama.

Hasil kegiatan elaborasi dan kolaborasi dari dan yang telah dilakukan oleh guru dan antar guru dapat diimplementasikan kepada peserta didik. Implementasi dapat disesuaikan dengan capaian dan perkembangan peserta didik, penyesuaian konteks dan muatan lokal. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik terbantu dengan lika-liku kesulitan peserta didik karena sebelumnya telah dilalui oleh guru tentang kesulitan secara bersama. Guru mampu memberikan stimulus berupa kegiatan pembelajaran yang lebih kreatif dan menyentuh kehidupan peserta didik. Melalui kegiatan kreatif dan menyentuh kehidupan peserta didik, akan muncul solusi. Tidak hanya muncul solusi, namun membawa anak untuk secara senang hati melakukan tindakan literasi. Literasi dianggap sebagai salah satu langkah untuk menemukan solusi dalam kehidupannya. Dengan demikian tidak ada lagi slogan “Isih penak jamanku to (bahasa Indonesia: Masih enak zaman saya kan) atau Piye kabare, isih penak jamanku to (bahasa Indonesia: Bagaimana kabarnya, masih enak zaman saya kan).” Guru dan peserta didik benar-benar Merdeka…

Laman:

1 2
0 Komentar