Banyak Warga Desa Jalupang Belum Miliki e-KTP

MAKSIMAL: Kepala Desa Jalupang, Adi Karta memastikan program-program kerjanya bisa terealisasi dengan maksimal. INDRAWAN/PASUNDAN EKSRPES

Desa Jalupang Benahi Pelayanan Administrasi Kependudukan

KALIJATI-Kepala Desa Jalupang, Adi Karta mendapati tantangan serius untuk membenahi desanya. selain persoalan-persoalan fisik, seperti jalan dan gedung desa, pembenahan administrasi warga pun menjadi program kerjanya.

Menurut Adi, saat ini masih banyak warganya yang belum memiliki administrasi kependudukan, terutama e-KTP. “Masih banyak warga yang belum punya e-KTP, kartu keluarga (KK), bahkan Akte Kelahiran. Saya terus sosialisasikan kepada setiap RW dan RT, agar warga menyempatkan urus administrasi (kependudukan). Bukan apa-apa, saya khawatir karena era ini kan administrasi berbasis data dalam segala bidang,” jelas Adi kepada Pasundan Ekspres, kemarin (10/1).

Adi mengaku memprioritas program kerja jangka pendeknya untuk mengejar ketertinggalan persoalan administrasi kependudukan warganya. Bahkan ia berencana akan menggadeng Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk datang langsung ke kantornya mengadakan perekaman e-KTP secara massal.

“Rencananya saya mau koordinasi dengan Disdukcapil untuk lakukan perekaman (e-KTP) masal, mengingat beberapa alasan warga belum punya e-KTP, karena waktu dan biaya akomodasi menuju Subang yang lumayan. Nah sekrang saya rencanakan rekaman masal di kantor desa, mau alasan apa lagi?,” tambah Adi.

Menurut Adi, selama ini kinerja aparatur desa selalu tersita oleh pelayanan warga yang serba mendadak, terutama untuk pengurusan administrasi. Adi memberi contoh tentang seorang warga yang sakit. Namun hendak membuat kartu BPJS. Namun ia tak memiliki e-KTP atau KK, bahkan Akte Kelahiran.

“Misalkan mereka mau bikin BPJS, karena salah satu keluarganya dirawat di rumah sakit, tidak punya e-KTP atau KK-nya tidak ada. Mendadak bikin ke desa. Sedangkan e-KTP dan KK tidak bisa langsung jadi. Ada prosesnya dulukan. Sedangkan itu di rumah sakit keluarganya nunggu. Dilema juga desa seperti itu,” tutur Adi.

Barulah setelah target administrasi warga terpenuhi, lanjut Adi, pihaknya berencana konsentrasi pada urusan pembangunan fisik. Jalupang, bagi Adi, merupakan desa potensial yang memiliki sumber daya alam yang mampu dijadikan aset. Selain itu, program padat karya akan mulai kembali diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan warga.

“Ya pokoknya saya sedang prioritaskan administrasi warga dulu. Kemudian setelah itu baru pada fisik, atau program-program yang disepakati pada musyawarah desa,” pungkasnya.(idr/din)