Tingkatkan IPM, Pemdes Wantilan Gandeng UPI

AUDIENSI: Kades Wantilan Komarudin SPd bersama Camat Cipeundeuy Dadang Darmawan saat lakukan audiensi dengan LPPM UPI. INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES

CIPEUNDUEY-Dalam upayanya menjadikan Desa PERBAIKI BASIS DATA DAN TI Wantilan menjadi desa model yang terdepan di Indonesia yang bermodalkan sumber daya manusia, yang siap memasuki dunia kerja, sesuai dengan kebutuhan industri.

Kepala Desa Wantilan Komarudin SPd menjalin kerjasama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)-nya, dia berharapkan UPI dapat membantu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Desa Wantilan.

“Desa Wantilan merupakan salah satu wilayah dari tiga desa yang akan menjadi bagian dari 2000 hektar kawasan industri. Sementara itu, kehadiran jalan Tol Cikopo-Palimanan memberikan dampak yang kurang baik terhadap kehidupan perekonomian masyarakatnya.

Banyak warga sulit bekerja akibat tidak memiliki lahan dan tidak memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri, Maka dari itu kami perlu membenahi ini,” jelasnya.

Komarudin juga menambahkan mengenai banyaknya hal yang harus dibenahi, terutama dengan tingkat akurasi data. menurutnya satu contoh akibat tidak akuratnya data, terjadi salah sasaran dalam pemberian program PKH yang mengakibatkan dampak sosial yang tinggi.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Camat Cipeundeuy Drs. Dadang Darmawan, menyampaikan gambaran dan harapan desa-desa yang ada di wilayahnya untuk menjadi desa yang terdepan di Indonesia.

Camat mendorong, khususnya Desa Wantilan untuk menjadi desa terbaik dan terdepan dengan memperbaiki basis data yang akan dijadikan landasan untuk mengambil kebijakan.

“Tantangan Desa Wantilan ke depan adalah perubahan dari desa agraris menjadi desa industri dengan adanya 25 industri yang sudah berdiri di desa tersebut.

Selain itu, diharapkan terbentuknya pojok-pojok literasi yang merupakan kearifan lokal untuk Desa Wantilan, dilanjutkan dengan program pendampingan berkelanjutan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua LPPM UPI Prof. Dr. Ahman, M.Pd., menyambut baik inisiatif Kades Wantilan dan Camat Cipeundeuy yang sangat responsif dan antusias untuk melakukan koordinasi persiapan KKN mahasiswa UPI yang sedianya akan dilaksanakan pada pertengahan Juli sampai Agustus 2019.

BACA JUGA:  Bhabinkamtibmas Diharap Pantau Kondisi Desa

Selanjutnya, Ketua LPPM mengarahkan pihaknya untuk melaksanakan KKN khususnya di Kecamatan Cipeundeuy berorientasi untuk melaksanakan KKN dengan tema Pos Daya, Revolusi Mental dan Kampung KB sesuai dengan butir-butir yang tertuang dalam MoU.

“Kami akan mendorong Desa Wantilan Kecamatan Cipeundeuy menjadi pilot project Kecamatan dan Desa Literasi, sejalan dengan program 100 hari Bupati Subang,” katanya.

Literasi yang dimaksud tidak hanya pada aspek membaca huruf tapi mencakup juga aspek teknologi, ekonomi, dan informasi. Demikian pula untuk implementasi program KKN Pos Daya yang sudah dilaunching secara resmi dalam Rapat Koordinasi Daerah Kabupaten Subang.

Lebih dari itu, Desa Wantilan didorong untuk membangun Sekolah Peternakan Rakyat (SPR), pengelolaan sampah terpadu 3R (reduce, reuse, dan recycle), serta membangun Desa Wisata.
Terakhir, Desa Wantilan akan dijadikan desa binaan LPPM UPI untuk melaksanakan tri dharma perguruan tinggi,” tukasnya. (idr)