Oleh
1.Drs.Priyono,MSi (Dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta)
2.DR.Sigid Sriwanto,MSi ( Dosen Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Purwokerto)
Jumlah negara di dunia yang sudah berdaulat sebanyak 195 yang tersebar di seluruh benua dengan variasi jumlah penduduk serta ciri kependudukan yang menyertainya seperti struktur penduduk, proses atau dinamika penduduk, bahasa, agama , dan karakteristik lainnya yang membedakan. Ilmu kependudukan sebagai salah satu cabang ilmu yang mengkaji variabel demografi dan non demografi akan lebih memberikan penjelasan yang comprehensive tentang kependudukan karena mencoba untuk mengkaitkan variabel penduduk dengan variabel yang lain seperti kesejahteraan dan kesehatan. Kesejahteraan yang dicerminkan dengan angkan GNP per capita dan kesehatan yang dicerminkan dengan angka harapan hidup.
Kondisi kependudukan suatu negara saat ini tidak terlepas dari kebijakan masa lalu dan kondisi kekinian juga akan menentukan corak kependudukan yang akan datang sebab sesuatu wujud tidak akan terjadi secara tiba tiba tetapi ada tangan tangan yang menentukannya, yang disebut kebijakan kependudukan sebuah negara.
Baca Juga:Dua Bocah Subang Derita Lumpuh Otak, Orang Tua Berharap Anaknya Bisa SembuhInspektorat Daerah (Irda) Subang Bakal Audit Pengelolaan Keuangan BUMDes
Bicara soal ini harus dikaitkan dengan teori kependudukan klasik dan mazab yang dipakai oleh negara yang bersangkutan. Jika direduksi, maka mazab kependudukan di dunia itu ada empat.
Negara Inggris dan Eropa serta negara maju pada umumnya menganut mazab Malthuisme dimana negara menggunakan kebijakan kependudukan anti natalis untuk mengatur jumlah penduduk, maka implikasi dari tindakan tersebut , jumlah penduduk selalu terkontrol hingga kini. Jumlah penduduk dan angka kependudukan di negara tersebut relative kecil dan telah mengakhiri teori transisi demografi dimana angka kelahiran dan kematian sangat rendah( World Population Data Sheet,2022), sebaliknya negara Asia terutama Asia Timur menganut mazab Marxisme dengan kebijakan kependudukan yang pro natalis atau pro kelahiran sehingga menghasilkan jumlah penduduk yang besar seperti RRC dan India sebagai negara terbesar penduduknya yang pertama dan kedua. Lima negara terbesar di dunia berada di Asia, negara teerbesar keempat di bnua Amerika, yang ke enam di benua Afrika.
Mazab kependudukan yang lain seperti Neo Malthuisme dan Kontemporer merupakan turunan atau differential dari Malthuisme hanya dengan pola yang beda. Dua mazab terakhir adalah menganut kebijakan anti natalis, yang satu bergaris keras dan satunya humanis. Namun , saat ini hampir semua negara mengimplementasikan kebijakan anti natalis termasuk China dengan tensi yang tinggi atau penuh tekanan.
