Petani di Subang Gropyokan Tikus Jaga Hasil Produksi Padi di Desa Rangdu

petani di Subang
Gapoktan Sumber Rejeki dan Poktan Banyu Asih saat melaksanaan Gropyokan Tikus di area sawah bengkok Desa Rangdu Kecamatan Pusakajaya Kabupaten Subang, guna menekan populasi tikus dan menjaga stabilitas hasil produksi tanaman padi, Selasa (13/1/2026).
0 Komentar

SUBANG-Sebagai upaya menekan populasi hama tikus di musim tanam rendeng ini Gapoktan Sumber Rejeki bersama Poktan Banyu Asih melakukan kegiatan gropyokan tikus di area sawah yang sedang tahap pengolahan tanah sawah bengkok oleh petani di Subang, tepatnya di Desa Rangdu Kecamatan Pusakajaya Kabupaten Subang, Selasa (13/1/2026).

Gropyokan tikus itu selain menekan populasi hama tikus juga sebagai upaya meningkatkan hasil panen, menjaga kekompakan petani dalam gerakan tanam serentak.

Kegiatan yang turut dihadiri oleh Camat Pusakajaya, PPL dan pengendali OPT ini melibat 60 orang, baik dari Poktan, Gapoktan, Perangkat desa, BPD, RT, RW serta petani setempat.

Baca Juga:Pelayanan Pembuatan KTP di Kecamatan Pagaden Subang, Dekat Hemat dan CepatKonsisten dan Berkelanjutan, Green Action by Semua Senyum Indonesia Hijaukan Gunung Rahayu

Ketua Gapoktan Sumber Rejeki Herman Suherman menyampaikan, upaya pemberantasan hama tikus melalui geropyokan ini diharapkan mampu menekan kerusakan tanaman padi dan meningkatkan hasil panen, sekaligus memperkuat semangat gotong royong warga Rangdu.

“Ini sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus mengamankan produktivitas tanaman padi petani di sini,” ujar Herman

Selain geropyokan hama tikus Ketua Gapoktan sekaligus Sekdes Rangdu ini menghimbau kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan serta menutup lubang-lubang yang berpotensi menjadi sarang tikus.

“Rencananya kegiatan pembasmian hama tikus ini akan kita jadwalkan dua kali seminggu, setiap hari Selasa dan Kamis,” tuturnya.

Sementara itu Camat Pusakajaya Dadang Kosasih menjelaskan, gropyokan tikus ini akan terus dilaksanakan di areal pesawahan semua desa Kecamatan Pusakajaya. Harapannya, tikus yang selama ini menganggu tanaman padi bisa diminimalisir dan bisa menyelamatkan tanaman padi para petani, hasil produksi juga akan lebih aman dan meningkat.

“Hari ini kita bersama-bersama Pemdes Rangdu, Gapoktan, Bhabinkantibmas, Babinsa AD dan masyarakat melaksanakan gropyokan tikus. Semoga bisa meminimalisir dan padi petani bisa kita selamatkan,” kata Camat Dadang Kosasih.

Dia berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Pusakajaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan hasil pertanian. (dan)

0 Komentar