PASUNDANEKSPRES.CO – Udara Kota Bandung belakangan ini terasa lebih dingin. BMKG mencatat suhu di bulan Januari 2026 ini bahkan menyentuh 16 derajat Celsius. Cuaca dingin seperti ini kerap memicu rasa lapar atau sekadar keinginan untuk mengudap.
Apakah Anda merasakan hal yang sama? Bubur ayam, kupat tahu, atau lontong sayur mungkin sudah biasa menjadi menu sarapan warga Bandung. Jika bosan dengan menu yang itu-itu saja, saatnya mencicipi kuliner cungkring yang kini hadir di Kota Kembang. Siapa sangka, kuliner yang masyhur di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, ini sekarang bisa ditemukan di Bandung.
Jika ingin mencicipinya, Anda tinggal datang ke Jalan Sumbawa, Kota Bandung. Tepat di persimpangan jalan menuju SMAN 5 Bandung atau di seberang Balai Bahasa Jabar, terdapat sebuah gerobak dengan spanduk unik. Meski tak hanya menjual cungkring, menu satu ini memang sedang diburu warga hingga para food vlogger.
Baca Juga:Posko Pengungsian Longsor Cisarua Membludak, Warga dari Zona Hijau akan Dipulangkan.Banjir Subang Meluas, Dewi Terendam Air Saat Tidur
berkesempatan mengunjungi gerobak cungkring milik Yopi, seorang warga setempat. detikJabar pun memesan satu porsi untuk mencicipi rasanya. Dengan cekatan, pria berusia 49 tahun itu langsung meracik pesanan.
Yopi memulai dengan mengiris lontong berbungkus daun pisang ke atas piring anyaman beralas kertas nasi. Ia kemudian memotong beberapa goreng tempe dan kikil yang telah dihangatkan dalam panci kecil. Setelah semua bahan siap di piring, Yopi menyiramnya dengan bumbu kacang kental yang gurih.
Untuk memperkaya rasa, Yopi menaburkan bawang goreng dan perasan jeruk nipis. Bagi pencinta pedas, sambal disajikan di wadah terpisah. Sekilas, rasa cungkring tidak berbeda jauh dengan ketoprak atau kupat tahu. Namun yang membedakan adalah isiannya yang terdiri dari cungur (mulut) sapi, kikil, dan goreng tempe.
Yopi mengaku sudah berjualan sejak 2016, namun menu cungkring baru ia hadirkan kurang dari setahun terakhir. “Awalnya saya jualan lotek, karedok, dan gado-gado dari 2016 di Taman Musik. Pas pindah ke sini, saya tambah menu cungkring,” ujar Yopi kepada detikJabar, Selasa (27/1/2026).
Yopi menjelaskan, ia menambah menu cungkring karena basis bumbunya sama-sama menggunakan kacang. Selain itu, ia ingin memberikan lebih banyak pilihan bagi pembeli. “Biasanya kan menu saya kebanyakan sayuran, jadi saya ingin ada menu yang mengandung protein hewani,” katanya.
