PASUNDANEKSPRES.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan di tengah konflik bersenjata antara Israel-Amerika Serikat (AS) dengan Iran, stok pangan strategis di Ibu Kota mencukupi hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dari itu, Pemprov DKI meminta masyarakat tidak panic buying dengan membeli bahan pangan secara berlebihan.
“Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup dengan cadangan yang memadai di tengah memanasnya konflik AS-Israel dan Iran,” ucap Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo dalam keterangannya pada Senin, 2 Februari 2026.
Baca Juga:Link dan Cara Daftar Mudik Motor Gratis Lebaran 2026, Berikut Syarat dan KetentuannyaPebalap Muda Astra Honda Tampil Kencang di Laga Pembuka Moto4 Asia Cup Buriram
Elisabeth menyadari, kondisi global yang kian memanas, dapat berimbas pada kenaikan barang.
Untuk mengantisipasi hal itu, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan proyeksi kebutuhan secara detail untuk periode Ramadan dan Idulfitri.
Pada periode Ramadan ini, kebutuhan pangan memang meningkat, terutama pada komoditas telur ayam yang naik sekitar 7,5 persen, daging sapi/kerbau, serta bawang putih yang naik sekitar 3,5 persen.
Namun demikian, stok beras tersedia lebih dari 100 ribu ton atau jauh di atas kebutuhan sekitar 68 ribu ton.
“Sementara daging ayam dan daging sapi juga memiliki cadangan berlipat dari kebutuhan bulanan. Begitu pula gula pasir dan minyak goreng yang stoknya mencapai puluhan ribu ton dan dinyatakan mencukupi,” paparnya.
Elisabeth mengatakan, menjelang Idulfitri atau pada periode Maret ini, lonjakan konsumsi komoditas strategis diproyeksikan mengalami kenaikan.
Berdasarkan data sementara, kenaikan terbesar terjadi pada telur ayam yang meningkat lebih dari 17 persen, disusul daging ayam dan bawang merah yang naik di atas 10 persen.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Menangis Merasa Gagal Jadi Gubernur Soroti Kasus TPPO dan Masalah Sosial di JabarUmrah dan Haji hingga Sektor Otomotif Jabar Terancam Terhambat Akibat Ketegangan Geopolitik IRAN-AS
“Meski demikian, stok beras tercatat lebih dari 136 ribu ton, jauh melampaui kebutuhan sekitar 78 ribu ton. Komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, serta aneka hortikultura juga memiliki buffer stok yang memadai,” kata Elisabeth.
Ia juga memastikan serangkaian langkah antisipatif untuk meredam dampak dari potensi gejolak harga akibat dinamika global tersebut.
Menurut Elisabeth, Pemprov DKI Jakarta telah memperkuat koordinasi dengan BUMD pangan, distributor utama, asosiasi pedagang, serta pemerintah pusat guna memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan stok harian di pasar-pasar tradisional maupun ritel modern.
