PASUNDANEKSPRES.CO – Insiden kecelakaan laut terjadi di perairan sekitar Pulau Rakit atau Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu (28/2/2028).
Kecelakaan laut yang terjadi kira-kira pukul 22.00 melibatkan KM Almujib yang diduga ditabrak kapal tongkang lain.
Akibatnya dua anak buah kapal (ABK) KM Almujib meninggal dunia, empat hilang, dan dua lainnya dinyatakan selamat.
Baca Juga:Link dan Cara Daftar Mudik Motor Gratis Lebaran 2026, Berikut Syarat dan KetentuannyaPebalap Muda Astra Honda Tampil Kencang di Laga Pembuka Moto4 Asia Cup Buriram
Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara diketahui KM Almujib bertolak dari Karangsong, Indramayu, pada Sabtu siang kira-kira pukul 13.00.
KM Almujib yang dinahkodai Jupri Priyanto dan mengangkut delapan ABK itu berlayar menuju Pulau Biawak untuk mencari ikan dan ketika sampai langsung menebar jala.
“Para ABK tersebut langsung beristirahat ketika selesai menebar jala dan posisi mesin kapalnya mati,” ujar Asep Suryana saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Minggu (1/3/2026) malam.
Salah seorang ABK terbangun kira-kira pukul 22.00 dan melihat kapal tongkang bernomor lumbung 3009 sudah mendekati KM Almujib yang kondisi mesinnya mati.
Tak ayal kapal tongkang tersebut langsung menabrak lumbung kiri KM Almujib dan mengakibatkan benturan keras hingga air masuk ke dalam kapal.
Akibatnya, KM Almujib tenggelam dan dalam situasi mencekam tersebut para ABK berupaya menyelamatkan diri melalui berpegangan ke jeriken maupun stereofoam atau gabus sintetis.
“Dua korban yang meninggal dunia sempat berpegangan pada tali kapal tongkang, tetapi tidak kuat dan terlepas, kemudian ditemukan sudah tidak bernyawa,” kata Asep Suryana.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Menangis Merasa Gagal Jadi Gubernur Soroti Kasus TPPO dan Masalah Sosial di JabarUmrah dan Haji hingga Sektor Otomotif Jabar Terancam Terhambat Akibat Ketegangan Geopolitik IRAN-AS
Asep menyampaikan terdapat dua ABK KM Almujib yang selamat dalam kejadian itu setelah berpegangan pada jeriken bekas wadah solar, dan gabus sintetis atau stereofoam.
Keduanya pun diselamatkan KM Sri Mulya pada Minggu dinihari kira-kira pukul 04.30 WIB usai terombang-ambing di lautan hampir semalaman, dan langsung dievakuasi ke daratan.
Jenazah dua ABK KM Almujib yang meninggal dunia pun telah dievakuasi KM Cahaya Langgung dan langsung dibawa ke Karangsong, Indramayu, untuk diserahkan kepada pihak kepolisian.
Sementara empat ABK KM Almujib hingga kini dinyatakan hilang, dan petugas Polres Indramayu telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melaksanakan operasi pencarian.
