PASUNDANEKSPRES.CO – Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Prof.
Dr. Jaenal Effendi, menyatakan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 tidak hanya menargetkan sukses ritual, tetapi juga sukses ekosistem ekonomi haji yang memberikan manfaat bagi UMKM Indonesia.
Dalam kesempatan di sela kegiatan di Kantor Daker Madinah, Kamis (7/5) malam, Prof. Jaenal mengapresiasi soliditas dan totalitas para petugas haji Indonesia yang sedang bertugas melayani jemaah.
Baca Juga:Erupsi Gunung Dukono Maluku Utara Pagi Ini, Letusan Abu Capai 10.000 MeterDaftar Harga BBM Pertamina Hari Ini Jumat 8 Mei 2026 Se-Indonesia, Cek Pertamax di Jabar
Ia menekankan pentingnya Tri Sukses Haji, yakni sukses ritual dan sukses ekosistem ekonomi.
“Kami dari Ditjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji menyampaikan bahwa alhamdulillah di Indonesia kita juga sudah punya platform oleh-oleh haji yang ini kita lagi matangkan sehingga nanti harapannya bisa ada nilai manfaat ekonomi,” ujar Prof. Jaenal.
Menurutnya, pesan Presiden dan Menteri Haji dan Umrah adalah agar pelaksanaan ibadah haji memberikan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Saat ini, para eksportir bumbu Indonesia sudah masuk dan digunakan di Tanah Suci, sehingga jemaah haji Indonesia dapat menikmati cita rasa nusantara.
“Animonya sangat luar biasa, masyarakat jemaah haji kita itu sangat bahagia bisa merasakan cita rasa Indonesia,” katanya.
Selain bumbu, eksportir Indonesia juga telah menjalin kerja sama untuk mengirimkan makanan siap saji (ready to eat).
Di sisi lain, area komersial di berbagai hotel jemaah menghadirkan produk UMKM seperti bakso, empek-empek, soto, dan berbagai makanan Indonesia lainnya.
Baca Juga:Terungkap Bus ALS Maut di Muratara Diduga Gunakan Plat Palsu, Kemenhub Sebut Izin Mati Sejak 2020Menteri Purbaya Puji Dedi Mulyadi Canggih, Perekonomian Jabar Melesat Lampaui Nasional
Prof. Jaenal menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan Kementerian Haji Saudi atas dukungan kemitraan yang telah terjalin.
Terkait nilai ekonomi, ia menyebut anggaran penyelenggaraan haji sekitar Rp18,2 triliun diharapkan menghasilkan multiplier effect yang jauh lebih besar bagi perekonomian Indonesia melalui pertumbuhan pelaku UMKM.
“Harapannya nanti bisa kita kuantifikasi. Ini masih belum final kita peroleh angkanya, tapi dampak ekonominya jauh lebih besar,” pungkasnya.
R.
