Semua produk yang dibuat siswa tersebut dipasarkan di Lamongan dan sekitarnya melalui beberapa rekanan, dan saat ini dalam proses pendaftaran sertifikat halal MUI dan seritifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
“Alhamdulillah beberapa repeat order, berdasarkan testimoni pembeli produknya premium namun harga bersahabat. Alhamdulillah untuk batik ciprat juga kami sudah mendapat order 69 lembar, masih dalam proses penyelesaian,” ujar Anis.
Adapun pemasukan dari hasil penjualan akan digunakan untuk pembelian alat dan bahan, pengembangan produk, serta kebutuhan siswa.
Baca Juga:ART WNI Dianiaya di Malaysia, Kepolisian Johor Tangkap 4 PelakuIndonesia Pantau Konflik AS-Iran Usai Selat Hormuz Ditutup, RI Andalkan Minyak Afrika
“Kedepan kami ingin memperluas inovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat jejaring pemasaran dan kemitraan, termasuk ketika sertifikat halal dan PIRT sudah berada di tangan, kami akan memasarkan di e-commerce,” kata Anis.
Di tempat terpisah, Kepala SRMP 29 Pamekasan Aisyah Minarni Mukti menjelaskan pengembagan budaya literasi digital pada siswa dilakukan melalui inovasi Gerakan Literasi Membaca Menulis (Grasimanis).
Program ini mengajak siswa untuk terbiasa membaca, menulis, termasuk membuka bootcamp literasi digital.
“Meskipun sederhana, yang penting anak-anak itu mau baca, dari hasil yang dibaca, silahkan dituangkan ditulis, jadi didampingi sama guru-guru Bahasa Indonesia, kemudian juga ada bagian tim pustakawan,” kata Aisyah.
Menurutnya, para siswa cukup antusias dalam menulis, terdapat 50 cerita hasil tulisan siswa yang dihimpun kedalam sebuah buku bertajuk ‘Dari Terlantar Menuju Bersinar’.
“Ya jadilah 50 cerita ditambah cerita saya, dari cerita itu ada, saya buatkan dalam bentuk digital, pakai flip on book, jadi bisa dinikmati oleh para orang tua, bahkan orang tuanya menangis semua setelah membaca bukunya,” jelasnya.
Aisyah menuturkan, disamping program literasi digital, siswa juga akan diajak untuk mengembangkan kewirausahaan pangan melalui pembuatan telur asin dari telur ayam kampung.
Baca Juga:Wali Kota Pekanbaru Raih Penghargaan Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota dari Dahlan IskanFIFA Ubah Aturan Transfer Mulai 2027, Pemain Berhak Dapat 5 Persen Biaya Transfer
Sebagai informasi, disamping penghargaan yang diberikan kepada tiga Sekolah Rakyat tersebut, kabar membanggakan lain datang dari SRMA 24 Kediri.
Salah satu siswanya yaitu Mohammad Rifai berhasil meraih Medali Emas dalam Lomba Keilmuan Sains.
R.
