PASUNDANEKSPRES.CO-Omong kosong seorang Muhammad Abdi Maludin, Ketua BEM FH Universitas Bung Karno (UBK) mengaku semua upayanya dikerahkan hanya untuk kepentingan masyarakat Indonesia.
Parahnya, Muhammad Abdi Maludin mengaku mendapat bayaran cash saat sebelum bertemu Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 6, Jakarta Pusat.
Meski mengaku sempat menolak banyak tawaran uang agar tidak turun ke jalan, tetapi pada akhirnya ia tetap mengambilnya.
Baca Juga:PLN Ungkap Sistem Kelistrikan Jawa Berangsur Pulih, Pemadaman Bergilir Berhasil Diminimalisasi.Jadwal Super League 2026/2027, Musim Debut Igor Tolic Jadi Pelatih Kepala Persib
Sambil menunjukkan gelagap yang panik, Abdi mengakui bahwa dana tersebut ia terima dari pihak oknum kepolisian.
Ia diminta untuk mengerahkan kawan-kawan mahasiswa lain untuk TIDAK turun ke jalan menggelar aksi di Istana dan DPR.
Akan tetapi pada akhirnya massa tetap berorasi, ajakan Abdi tidak digubris.
“Masalah uang itu, saya dikasih cash, diminta (para mahasiswa) tidak turun ke Istana Negara. Tapi teman-teman tetap turun,” pungkasnya.
“Memang sejak sebelum aksi, sudah banyak yang memberi (saya) uang, tapi saya menolak,” lanjut Abdi.
Dalam sebuah wawancara, sebelumnya Abdi memberikan bantahan bahwa ada unsur yang menungganginya dalam aksi demo awal bulan Juni lalu.
“Saya menjawab semua tudingan kepada kami, tidak ada unsur yang menunggangi kami. Itu murni kepentingan rakyat, itu murni hasil dari keresahan kami di Universitas Bung Karno kawan-kawan,” ungkap Abdi.
Baca Juga:Pemerintah Ubah Skema Pemberian Insentif MBG, SPPG Berkinerja Baik Bakal Dapat Lebih BesarPemerintah Berbenah Tata Kelola SPPG Selama Libur Sekolah
“Tujuan kita hanya satu, yaitu memperbaiki Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja. Tolong lah Presiden Prabowo Subianto,” sambungnya.
Dan kini, pada tanggal 22 Juni 2026 malam, Abdi kena sidang dan konfrontasi besar di kampus UBK.
Suasana kampus Universitas Bung Karno (UBK) menjadi sorotan publik setelah beredar video yang memperlihatkan konfrontasi antara ratusan mahasiswa dan salah satu perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pada Senin malam, 22 Juni 2026.
Video yang viral di berbagai platform media sosial itu memperlihatkan situasi yang berlangsung cukup tegang.
Sejumlah mahasiswa berkumpul untuk meminta klarifikasi terkait isu yang sebelumnya ramai diperbincangkan dan dikaitkan dengan pertemuan sejumlah mahasiswa bersama Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Dalam forum yang berlangsung terbuka tersebut, sosok bernama Abdi menjadi pusat perhatian.
