PASUNDANEKSPRES.CO-Sebagai bagian dari Paket Stimulus Ekonomi Triwulan II dan Semester II Tahun 2026 yang digelontorkan oleh Pemerintah, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi mengumumkan kelanjutan program magang dan vokasi untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja, pada Kuartal II ini.
Dalam penuturannya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Hartarto menyampaikan bahwa pelaksanaan program magang dan vokasi pada Kuartal II Tahun 2026 ini adalah bagian dari upaya Pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
“Jadi program magang dan vokasi ini kita akan dorong untuk dilaksanakan di paus kedua, di semester kedua, sehingga ini bisa menjadi penggerak kepada perekonomian di masyarakat,” jelas Menko Airlangga.
Baca Juga:PLN Ungkap Sistem Kelistrikan Jawa Berangsur Pulih, Pemadaman Bergilir Berhasil Diminimalisasi.Jadwal Super League 2026/2027, Musim Debut Igor Tolic Jadi Pelatih Kepala Persib
Di sisi lain, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) juga turut memaparkan bahwa dalam paket stimulus tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 6,26 triliun, terdiri atas Rp 4,14 triliun untuk Program Magang Nasional bagi 150 ribu peserta dan Rp 2,12 triliun untuk pelatihan vokasi.
Sementara itu, program vokasi akan diprioritaskan bagi 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak PHK.
Nantinya, peserta memperoleh uang saku setara upah minimum, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), pendampingan mentor, serta kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi BNSP.
“Kita sudah tahu bahwa benefit untuk peserta magang itu adalah uang satu secara minimum, kita berterima kasih kerjasama dengan BPJS ketenagakerjaan,” ucap Yassierli.
Sementara itu dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor keuangan menjadi penyerap terbesar peserta magang yang memperoleh penawaran kerja, diikuti sektor perdagangan besar dan industri pengolahan.
Dalam hal ini, sektor kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, jasa administrasi, serta akomodasi juga aktif merekrut lulusan program magang.
Untuk mendukung penyerapan tersebut, Yassierli menegaskan bahwa Kemnaker terus memperkuat ekosistem pelatihan vokasi nasional melalui pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penguatan infrastruktur pelatihan.
Baca Juga:Pemerintah Ubah Skema Pemberian Insentif MBG, SPPG Berkinerja Baik Bakal Dapat Lebih BesarPemerintah Berbenah Tata Kelola SPPG Selama Libur Sekolah
“Ini sekaligus sebagai janji kami dari Kementerian Ketenagakerjaan secara transparan menyampaikan hasil evaluasi,” tutup Yassierli.
MUAMMAR QADDAFI
