Sejarah Gunung Kawi yang Disebut Pernah Didatangi Sarwendah hingga Jokowi, Pesarean Eyang Jugo Disorot

Sejarah Gunung Kawi yang Disebut Pernah Didatangi Sarwendah hingga Jokowi, Pesarean Eyang Jugo Disorot.
Menguak Misteri Gunung Kawi Malang, Antara Tempat Ziarah, Tradisi Spiritual, dan Cerita Pesugihan-@lembahindah-Instagram.
0 Komentar

Kompleks tersebut terkenal dengan candi tebing yang dipahat langsung pada batu padas serta sejumlah ruang pertapaan yang dahulu digunakan para pendeta untuk bermeditasi.

Aktivitas di kawasan ini lebih berfokus pada ibadah umat Hindu, penghormatan kepada leluhur, dan pelestarian sejarah budaya, sehingga tidak memiliki kaitan langsung dengan cerita pesugihan yang berkembang di Gunung Kawi Malang.

Keraton Gunung Kawi dan Tradisi Meditasi

Selain Pesarean Eyang Jugo, terdapat pula Keraton Gunung Kawi yang juga menjadi tujuan ziarah para pengunjung.

Baca Juga:Resmi! Harga BBM Pertamina 1 Juli 2026, Cek Daftar Lengkap Pertalite hingga Pertamax TurboKementerian PANRB Percepat Transformasi Digital Bansos, Siap Beroperasi Secara Nasional

Di lokasi ini terdapat makam Eyang Tunggul Manik dan Eyang Tunggulwati, yang dipercaya memiliki hubungan spiritual dengan tokoh-tokoh yang dihormati di kawasan Gunung Kawi.

Banyak peziarah menjadikan tempat tersebut sebagai bagian dari rangkaian ziarah mereka.

Tidak hanya itu, kawasan ini juga memiliki area pesanggrahan yang sering digunakan untuk meditasi dan perenungan karena suasananya yang lebih tenang dibanding jalur utama.

Pepohonan besar yang membentang di sekitar kawasan, sebagian dibalut kain berwarna gelap, semakin memperkuat nuansa sakral yang dirasakan para pengunjung.

Malam Jumat Legi dan 12 Suro Menjadi Waktu Favorit Peziarah

Jumlah pengunjung biasanya meningkat pada malam-malam tertentu, terutama saat Jumat Legi maupun 12 Suro dalam penanggalan Jawa.

Sebagian masyarakat meyakini waktu tersebut memiliki nilai spiritual yang lebih kuat sehingga sering dimanfaatkan untuk menjalankan ritual adat, doa bersama, tirakat, maupun selamatan.

Tradisi tersebut telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari budaya spiritual masyarakat Jawa.

R.

Laman:

1 2 3
0 Komentar