PASUNDANEKSPRES.CO- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merasa muak dengan aksi pencurian besi di fasilitas umum.
Pramono pun mengancam akan mencabut program bantuan sosial (bansos) bagi pelaku.
Sedangkan jika pelakunya masih usia sekolah, maka Pramono akan mencabut bantuan dana pendidikan Kartu Jakarta Pintar (KJP).
Baca Juga:Usai Dievaluasi, Pengurus Koperasi Merah Putih Tak Lagi Disiapkan Jadi KomcadKucing Hitam Pembawa Sial? Ini Sejarah, Mitos, dan Fakta Ilmiah yang Jarang Diketahui
“Siapapun yang melakukan itu, kalau dia pelajar, maka apa, KJP-nya pasti akan kami cabut. Kalau dia penerima bansos, bansosnya tidak kita berikan,” tegas Pramono di Taman Ismail Marzuki (TIM) dikutip Rabu, 8 Juli 2026.
Diketahui, aksi pencurian besi di sejumlah fasilitas umum (fasum) kembali marak di Jakarta.
Terbaru, aksi ‘rayap besi’ ini terjadi di kawasan Cilincing, Jakarta Utara dan area Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur
Di area Terminal Kampung Melayu, pagar besi pembatas taman di bawah flyover ludes dibongkar maling.
Video rekaman aksi pencurian pagar besi tersebut pun diviralkan akun Instagram @ijoeel.
Aksi pelaku terbilang nekat. Pasalnya pelaku membongkar pagar besi dalam kondisi ramai aktivitas warga.
Pagar besi yang telah dibongkar kemudian diangkut menggunakan bajaj oleh pelaku
Baca Juga:Sempat Viral di Media Sosial, Fakta Baru Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok Tengah TerungkapiShowSpeed Menangis Histeris Usai Portugal Tersingkir, Air Mata Cristiano Ronaldo Sentuh Penggemar
Dalam video terlihat, seluruh pagar besi di bawah flyover Terminal Kampung Melayu ludes digasak maling.
Sementara di Jakarta Utara aksi pencurian besi terjadi di kawasan Waduk Rawa Malang, Cilincing. Teralis besi pembatas waduk tampak ‘ompong’ dipreteli maling.
Pramono pun mengecam keras aksi pencurian di fasilitas umum tersebut. Dia meminta petugas berwenang untuk mendalami kasus tersebut.
“Saya sudah minta didalami dan ditindaklanjuti untuk para pelakunya, mudah-mudahan bisa kita apa, bisa kita tangkaplah,” kata Pramono di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat dikutip Rabu, 8 Juli 2026.
Pramono menyadari aparat keamanan tidak bisa 100 persen melakukan pengawasan fasilitas umum.
Atas dasar itu, Pramono akan mengoptimalkan fungsi CCTV di berbagai titik yang rawan aksi pencurian dan kerap lengah dari pengawasan.
“Sekarang ini hampir semua JPO kan sudah dipasang CCTV,” pungkasnya.
MUAMMAR QADDAFI
