BREAKING NEWS! Ditetapkan Sebagai Tersangka, Istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Dikabarkan Terancam Hukuman Mati!

BREAKING NEWS! Ditetapkan Sebagai Tersangka, Istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Dikabarkan Terancam Hukuman Mati!
BREAKING NEWS! Ditetapkan Sebagai Tersangka, Istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Dikabarkan Terancam Hukuman Mati!

PERISTIWA–  Putri Candrawathi, istri Irjen Pol Ferdy Sambo kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Hal itu lantaran diduga kuat dirinya mengetahui dan berada di TKP perihal tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Putri Candrawathi dikabarkan dijerat Pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP jo pasal 55 dan 56 KUHP.  Hal itu berarti, seperti dilansir via Jpnn, Putri Candrawathi terancam hukuman mati, penjara seumur hidup, dan penjara 20 tahun penjara dalam kasus itu.

“Pada hari ini, saudari PC (Putri Candrawathi) sebagai tersangka,” jelas  Irwasum Mabes Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 18 Agustus 2022, dilansir dari Fin.co.id

Diketahui sebelumnya, Irjen Pol Ferdy Sambo resmi ditetapkan menjadi tersangka pada Selasa, 9 Agustus 2022 malam. Mantan Kadiv Propam Polri tersebut diduga terlibat kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) di rumah dinas di kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat, 8 Juli 2022.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Ferdy Sambo yang memerintahkan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E untuk menembak Brigadir J.

Semenjak hari Sabtu, setelah menjalani pemeriksaan oleh tim Irsus yang dipimpin Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto pada pukul 13.00 WIB, Dari hasil pemeriksaan tersebut didapat, tim Irsus memutuskan Ferdy Sambo melanggar kode etik.

Setelah menandatangani berkas, pada tanggal 6 Agustus 2022 sore harinya, Irjen Pol Ferdy Sambo pun telah dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Ferdy Sambo ditempatkan secara khusus dalam kurun waktu 30 hari. Hal tersebut dilakukan dalam rangka pemeriksaan oleh tim Inspektorat Khusus dan Tim Khusus.

Diketahui sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah menerbitkan TR (telegram) khusus pada hari Kamis, 4 Agustus 2022 malam.

Terdapat 15 perwira yang dimutasi dalam Telegram Nomor ST:1628/VIII/KEP/2022 itu. Akan tetapi, tidak semua 15 perwira itu diduga terlibat kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Sesuai dari Telegram yang didapat yang dilansir dari fin.co.id pada Kamis, 4 Agustus 2022 malam, ada 15 perwira yang dimutasi. Dari jumlah tersebut, 10 personel dimutasi ke Yanma (Layanan Markas) alias nonjob.

BREAKING NEWS! Ditetapkan Sebagai Tersangka, Istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Dikabarkan Terancam Hukuman Mati!

Diketahui ada 5 pejabat baru yang ditugaskan untuk menempati pos perwira yang telah dicopot tersebut.

Diduga kuat keputusan pencopotan jabatan tersebut untuk memudahkan penyidikan yang sedang berlangsung.

Dari telegram yang diperoleh fin.co.id pada Kamis, 4 Agustus 2022 malam, perwira yang dimutasi tersebut antara lain:

  1. Irjen Pol Ferdy Sambo,
  2. Brigjen Pol Hendra Kurniawan,
  3. Karo Provos Divisi Propam Brigjen Pol Benny Ali.
  4. Jabatan Kadiv Propam dijabat oleh Wakabareskrim Irjen Pol Syahardiantono.
  5. Kemudian, Sesro Paminal Divisi Propam Polri Kombes Pol Denny Setia Nugraha Nasution dimutasi ke Yanma Polri.
  6. Selanjutnya, jabatan Sesro Paminal diisi oleh Kombes Pol Edgar Diponegoro yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagbinpam Ropaminal Polri.
  7. Pejabat dari Divisi Propam yang dimutasi ke Yanma adalah Kaden A Ropaminal Divpropam Polri Kombes Pol Agus Nur Patria.

Mutasi itu pun dilakukan dalam rangka pemeriksaan. Dari 10 orang yang nonjob tersebut, ada 8 personel yang diketahui berasal dari Divisi Propam Polri.

“Sesuai arahan dan perintah presiden kepada Polri agar kasus ini dibuka secara jujur dan transparan. Harapan saya proses penanganan terkait kematian Brigadir Yosua ini, timsus akan bekerja keras dan menjelaskan ke masyarakat secara terbuka,” jelas Listyo Sigit Prabowo belum lama ini

Pada waktu sebelumnya, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) pun resmi ditetapkan menjadi tersangka. Usai Bharada E menjalani pemeriksaan terkait kasus pembunuhan Brigadir J pada Rabu 3 Agustus 2022 malam. Ia dijerat dengan Pasal 338 tentang pembunuhan di-juncto-kan dengan Pasal 55 tentang bersekongkol dalam tindak kejahatan (turut serta).

Di Samping itu, Bharada E juga dijerat Pasal 56 KUHP tentang membantu tindak pidana atau kejahatan. Oleh adanya pasal itu, Bharada E terancam hukuman 15 tahun penjara.

Kemudian berita terbaru, ajudan istri Ferdy Sambo yakni Brigadir Ricky Rizal juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dirinya dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Kini Bharada E dan Brigadir Ricky ditahan di Bareskrim Mabes Polri. (Fin/Jni)