MBG di Jabar Masuk Fase Positif, Heri Ukasah Ungkap Dampaknya terhadap Ekonomi hingga Lapangan Kerja

MBG di Jabar Masuk Fase Positif, Heri Ukasah Ungkap Dampaknya terhadap Ekonomi hingga Lapangan Kerja.
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jabar Dapil Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Subang, Heri Ukasah Sulaeman.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan dampak yang terasa setelah berjalan lebih dari satu tahun. Perkembangan tersebut dinilai memberi kontribusi positif terhadap berbagai aspek pembangunan, termasuk sektor sosial dan ekonomi.

“Dalam arti realisasi program MBG kini sudah menunjukkan kinerja lebih baik,” ungkap Anggota DPRD Jabar Heri Ukasah Sulaeman dalam keterangannya kepada media baru-baru ini.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jabar ini menjelaskan, hasil pemantauan di lapangan memperlihatkan adanya peningkatan signifikan dalam pelaksanaan program ini di Jawa Barat.

Baca Juga:Kemlu: Usulan Izin Terbang Militer AS Masih Dikaji, Kedepankan Politik Bebas AktifKKP Bikin Terobosan, Bakal Olah Ikan Sapu-sapu Jadi Pupuk Organik dan Pakan Ternak

Indikatornya terlihat dari meluasnya jangkauan penerima manfaat, bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta efek yang mulai terasa terhadap aktivitas ekonomi di daerah.

Hingga September 2025, realisasi program MBG tercatat telah menjangkau 6,6 juta penerima manfaat.

Sasaran program ini mencakup berbagai kelompok, mulai dari anak-anak usia sekolah, balita, hingga ibu hamil. Di sisi lain, jumlah SPPG yang beroperasi juga sudah mencapai 12.002 unit.

Dari sisi pendanaan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan komitmen kuat melalui alokasi anggaran yang telah menyentuh angka Rp1 triliun dari APBD.

Dukungan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan program MBG berjalan optimal di wilayahnya.

Selain itu, kemajuan program MBG di Jawa Barat juga tercermin dari terbangunnya koordinasi lintas pemerintahan. Kolaborasi antara berbagai level pemerintahan dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat implementasi program di daerah.

Keberhasilan tersebut salah satunya tampak di Kabupaten Sumedang. Di wilayah ini, jumlah penerima manfaat sudah mencapai 220.000 orang atau setara 61 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga:Keberangkatan Perdana Petugas Haji 2026, Wamen Dahnil Tekankan Kesiapan Mental PPIHHadiah Ultah Dedi Mulyadi, Dukung Ensiklopedia Sunda ke Panggung Dunia

Operasional 164 unit SPPG di Sumedang turut memberi dampak nyata pada penyerapan tenaga kerja. Program ini telah membuka peluang kerja bagi sekitar 6.900 orang di daerah tersebut.

Heri menilai, keberhasilan MBG dapat diukur dari manfaat langsung yang dirasakan masyarakat. Penyediaan makanan bergizi tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan, tetapi juga berperan dalam mencegah kasus malnutrisi. Di saat yang sama, program ini ikut mendorong aktivitas ekonomi di tingkat lokal.

0 Komentar