BMKG Merilis Prakiraan Cuaca Jabar Sepekan ke Depan, Kilat hingga Angin Kencang Mengintai Bandung

BMKG Merilis Prakiraan Cuaca Jabar Sepekan ke Depan, Kilat hingga Angin Kencang Mengintai Bandung.
POHON TUMBANG- Petugas Damkar saat evakuasi pohon tumbang yang menimpa mobil di Dago, Rabu (4/3/2026). Pohon tumbang terjadi akibat hujan deras disertai angin kencang.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Dalam rentang waktu sepekan terakhir, tepatnya 12 hingga 18 April 2026, kondisi cuaca di sejumlah kawasan Jawa Barat masih didominasi hujan dengan variasi intensitas dari ringan hingga lebat.

Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menunjukkan situasi ini tidak terjadi begitu saja, melainkan dipicu oleh kombinasi faktor atmosfer yang saling menguatkan.

Salah satu pemicu utama berasal dari suhu permukaan laut yang relatif hangat di sebagian besar wilayah perairan Indonesia. Kondisi tersebut meningkatkan suplai uap air ke atmosfer.

Baca Juga:Setelah 22 Tahun Lebih, UU PPRT Disahkan, Bukti Keberpihakan Pemerintah Melindungi Pekerja KecilDedi Mulyadi Bakal Kirim 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Ledek Guru ke Barak Militer Juni Nanti

Di saat yang sama, terbentuk pula area belokan serta pertemuan arus angin atau konvergensi tepat di atas Pulau Jawa, yang semakin memperbesar peluang terbentuknya awan hujan.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jawa Barat, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa faktor lain yang memperkuat kondisi tersebut adalah tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi pada lapisan 850 hingga 500 mb, dengan kisaran mencapai 50 sampai 95 persen.

Selain itu, tingkat ketidakstabilan atmosfer berada pada kategori ringan hingga kuat. Kombinasi kondisi ini menjadi pemicu signifikan munculnya pertumbuhan awan konvektif dalam skala lokal yang meluas di berbagai wilayah Jawa Barat.

“Hasil monitoring curah hujan sepekan terakhir, hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem tercatat di sebagian wilayah Jabar, yakni Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, Depok, Karawang, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Subang, Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Garut, Majalengka, Sumedang, Kuningan, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, dan Pangandaran,” katanya, Rabu (22/4/2026).

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa dinamika atmosfer dalam beberapa hari ke depan masih berpotensi mempertahankan kondisi tersebut.

Suhu muka laut di wilayah barat Indonesia diperkirakan tetap hangat, sementara gelombang equatorial kevin terpantau aktif pada awal pekan.

Di sisi lain, peluang terbentuknya belokan angin di sekitar Jawa Barat masih ada, meskipun sifatnya tidak berlangsung terus-menerus sepanjang minggu.

Baca Juga:Respons Dedi Mulyadi Soal Kenaikan Harga Gas LPG, Beri Saran AlternatifMBG di Jabar Masuk Fase Positif, Heri Ukasah Ungkap Dampaknya terhadap Ekonomi hingga Lapangan Kerja

Kondisi atmosfer yang labil juga diprediksi tetap bervariasi, mulai dari kategori ringan hingga kuat. Hal ini turut menjaga peluang terbentuknya awan konvektif dalam skala lokal tetap tinggi di sejumlah wilayah.

0 Komentar