Sebagai salah satu dari tiga pemain diaspora pilihan Kurniawan Dwi Yulianto, Matthew Baker langsung memikul tanggung jawab besar sebagai kapten sekaligus starter.
Pemain berdarah Batak milik Melbourne City FC ini tidak hanya menjaga pertahanan tetap rapi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata lewat assist krusial yang menentukan kemenangan 1-0 bagi Garuda Muda.
Inilah wujud nyata dari ambisi besar sang pemain yang secara terbuka mengakui kekagumannya terhadap Jay Idzes dan Justin Hubner.
Baca Juga:Erupsi Gunung Dukono Maluku Utara Pagi Ini, Letusan Abu Capai 10.000 MeterDaftar Harga BBM Pertamina Hari Ini Jumat 8 Mei 2026 Se-Indonesia, Cek Pertamax di Jabar
Matthew Baker bertekad menyerap ketenangan sang kapten Garuda sekaligus meneladani sisi agresif yang menjadi ciri khas Hubner.
Ia merasa gaya mainnya memang memiliki kemiripan dengan kedua seniornya tersebut, terutama dalam hal ketenangan menguasai bola dan kekuatan saat bertahan.
Berbekal pengalaman berharga di Piala Dunia U-17 tahun lalu, Matthew Baker optimistis bahwa skuad saat ini sanggup melewati grup maut bersama Jepang dan Qatar.
Baginya, setiap pertandingan di grup kompetitif ini adalah ujian sekaligus kesempatan emas untuk membuktikan bahwa Timnas Indonesia mampu bersaing dengan tim manapun di Asia jika tampil maksimal.
John Herdman Kedatangan Lima Pemain Asing Eligible Gabung Timnas Indonesia
Sebuah kejutan besar baru saja mendarat di meja persiapan skuad Garuda.
Di tengah peliknya masalah pemanggilan pemain dari tanah Eropa, muncul suntikan tenaga masif dari lima pemain asing yang kini dinyatakan sah secara dokumen untuk membela Merah Putih.
Sebagaimana diketahui, jadwal padat di akhir tahun memang memaksa tim pelatih menyusun strategi ekstra cermat.
Baca Juga:Terungkap Bus ALS Maut di Muratara Diduga Gunakan Plat Palsu, Kemenhub Sebut Izin Mati Sejak 2020Menteri Purbaya Puji Dedi Mulyadi Canggih, Perekonomian Jabar Melesat Lampaui Nasional
Target besar di Piala AFF terbentur tembok tebal karena sulitnya memanggil pemain diaspora yang merumput di Eropa akibat benturan jadwal pramusim dan status turnamen yang bukan agenda resmi FIFA.
Di sinilah opsi John Herdman memanfaatkan pemain asing yang telah lama berkarier di Indonesia menjadi solusi yang sangat realistis.
Sektor depan menjadi sorotan utama dengan hadirnya dua predator mematikan asal Brasil.
Ada Ciro Alves yang sudah melegenda sejak 2019 dengan torehan 79 gol, serta David da Silva yang catatan golnya mencapai angka fantastis.
