Ia menyebut APBN saat ini masih menjadi bantalan atau soft absorber, misalnya dengan belum menaikkan harga BBM subsidi dan menjaga sejumlah harga komoditas tetap stabil.
“Ini belum terasa karena APBN mencoba menahan kenaikan-kenaikan, misalnya tidak menaikkan BBM bersubsidi,” katanya.
Namun menurutnya, skema tersebut tidak akan bisa dipertahankan terus-menerus jika tekanan terhadap rupiah dan fiskal terus berlanjut.
Baca Juga:Marc Marquez Sampaikan Kabar Baik Usai Operasi Sukses, Begini Kondisinya SekarangPuan Minta Mitigasi Hantavirus Diperkuat: Jangan Sampai Meluas seperti Pandemi COVID-19
“Tidak akan kuat kalau terus-terusan seperti ini,” ujar Acuviarta.
Acu, sapaan akrabnya memperkirakan tekanan ekonomi berpotensi memicu reaksi publik seperti demo dalam beberapa bulan ke depan, terutama bila harga kebutuhan pokok mulai terdampak.
“Titik krusialnya sekarang ada di harga komoditas pokok. Kalau ini mulai terdampak, tentu bisa memicu reaksi dalam beberapa bulan ke depan,” pungkasnya.
R.
