Kapan Batas Potong Kuku Idul Adha 2026? Ini Hukumnya dari Buya Yahya

Kapan Batas Potong Kuku Idul Adha 2026? Ini Hukumnya dari Buya Yahya.
Menjelang Idul Adha 2026, larangan batas potong kuku bagi yang berkurban menjadi informasi yang paling banyak dicari.--Freepik.
0 Komentar

“Jadi dianjurkan Anda untuk tidak memotong kuku dan rambut dari dzulhijjah kalau memang berkeinginan untuk menyembelih kurban,” kata Buya Yahya, dikutip Rabu, 20 Mei 2026.

“Tidak haram. Jadi jika Anda motong rambut, motong kuku, lalu ingin menyembelih kurban tetap sah kurbannya dan tidak dosa,” sambungnya.

Mulai Kapan Tidak Boleh Potong Kuku saat Idul Adha 2026?

Ustaz Abdul Somad menjelaskan larangan tidak boleh potong kuku saat Idul Adha dimulai dari tanggal 1 Dzulhijjah.

Baca Juga:2 Agenda Penting Prabowo, Hadiri Rapat Paripurna DPR dan Forum Migas ASEAN di IPA Convex 20262 PRT Ajukan Perlindungan ke LPSK Usai Diduga Dianiaya Majikan di Jaksel

“Kalau kamu mau berkurban dari tanggal 1 Dzulhijjah, jangan potong rambut, jangan potong kukus, jangan potong janggut, jangan potong kumis. Hukumnya sunnah muakkad, dari tanggal 1 sampai motong kurban,” tutur Ustaz Abdul Somad, dikutip dari YouTub Tanya Ustadz Abdul Somad.

Serupa dengan Ustaz Abdul Somad, mayoritas ulama sepakat bahwa larangan tersebut mulai berlaku sejak masuknya malam pertama bulan Dzulhijjah.

Tepatnya setelah terbenam matahari di akhir bulan Dzulqadah.

Namun, apabila seorang muslim baru berniat berkurban Idul Adha 2026 setelah masuknya 1 Dzulhijjah 1447 H, maka larangan tersebut mulai berlaku sejak niat itu muncul, bukan sejak awal bulan.

Ketentuan ini menjelaskan bahwa larangan terkait kapan boleh potong kuku bagi yang berkurban tidak berlaku secara otomatis, tetapi bergantung pada adanya niat.

Hikmah Tidak Potong Kuku Idul Adha 2026

Buya Yahya menuturkan, tidak potong kuku dan rambut agar menirukan umat muslim yang tengah beribadah haji.

Kurban menjadi ibadah yang diyakini sebagai tebusan dari api neraka dengan hikmah agar seluruh anggota tubuh yang berkurban selamat.

“Hikmanya bahwasannya dengan kurban itu akan dibebaskan anggota tubuhnya dari api neraka. Ya jangan sampai dipotong dong, biar termasuk anggota yang dibebaskan,” papar Buya Yahya.

Baca Juga:Polda Jabar Bongkar Kasus Penipuan Dapur MBG, Jual Titik Koordinat SPPG Palsu Hingga Rp150 JutaKata-kata Marc Klok Buat Bobotoh Merinding, Bawa Persib Selangkah Lagi Juara

“Hikmah lainnya, sebagian ulama mengatakan dianjurkan untuk tidak motong rambut agar niru-niru sebagian kegiatan orang haji. Orang kalau lagi haji nggak motong rambut, nggak motong kuku,” sambungnya.

R.

0 Komentar