PASUNDANEKSPRES.CO – Sepekan jelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, banyak hewan kurban mulai diperjualbelikan.
Salah satunya hewan kurban yang dijajakan oleh peternak lokal asal Ciputat, Kota Tangerang Selatan.
Alangkah mujurnya, bak ketiban durian runtuh, peternak asal Ciputat, Zamroni mendapat pesanan hewan kurban dari Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga:2 Agenda Penting Prabowo, Hadiri Rapat Paripurna DPR dan Forum Migas ASEAN di IPA Convex 20262 PRT Ajukan Perlindungan ke LPSK Usai Diduga Dianiaya Majikan di Jaksel
Sapi bernama Panjul ini terpilih sebagai hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk dibagikan kepada masyarakat.
Panjul yang merupakan sapi lokal bobot mencapai 1,05 ton, Panjul dirawat secara khusus agar tetap sehat hingga hari penyembelihan.
Mengutip laporan Banten TV, Panjul merupakan sapi yang dirawat di kandang Maqribie Farm, Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Usai dibeli Prabowo, Panjul menjadi pusat perhatian.
Posturnya yang besar, bulunya bersih mengilap, dan tingkahnya tenang saat didekati para pekerja maupun pengunjung.
Tak banyak yang menyangka, sapi jenis Pegon Cross asal Kediri, Jawa Timur ini terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Awalnya saya dapat info dari dinas bahwa Pak Presiden mau kurban dan Alhamdulillah saya beranikan diri dan diuji lolos semuanya,” ujar pemilik peternakan Zamroni, Rabu, 20 Mei 2026.
Zamroni Maqribie, mengaku bangga sekaligus terharu karena Panjul yang dirawat sejak kecil kini dipercaya menjadi sapi kurban Presiden.
Baca Juga:Polda Jabar Bongkar Kasus Penipuan Dapur MBG, Jual Titik Koordinat SPPG Palsu Hingga Rp150 JutaKata-kata Marc Klok Buat Bobotoh Merinding, Bawa Persib Selangkah Lagi Juara
“Waktu umur dua tahun dia sempat tidak mau makan. Saya bilang ‘dasar lu Panjul’, eh dia langsung berdiri dan langsung makan. Dari situ akhirnya, waah si Panjul nih namanya,” ungkapnya.
Berdasarkan penimbangan terakhir pada April lalu, Panjul memiliki bobot mencapai 1,05 ton dan ditaksir bernilai sekitar Rp120 juta.
Dipantau Dinkes
Untuk memastikan kondisinya tetap prima, Panjul mendapatkan perawatan khusus setiap hari. Mulai dari pakan berkualitas, jamu tradisional, hingga pemeriksaan kesehatan rutin oleh petugas dinas yang datang dua kali setiap bulan.
“Kalau misalnya kurang fit kita kasih jamu. Kalau tidak bisa ditangani, kita panggil dari dinas. Kebetulan sebulan dua kali dari dinas datang ke tempat kami,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tangerang Selatan, Pipit Surya Yuniar, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan Panjul benar-benar sehat dan layak kurban.
