Serapan Pupuk Bersubsidi di Jawa Barat Tinggi, Pupuk Indonesia Pastikan Stok Aman

Serapan Pupuk Bersubsidi di Jawa Barat Tinggi, Pupuk Indonesia Pastikan Stok Aman.
Pupuk Indonesia pastikan stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat aman meski serapan tinggi.
0 Komentar

Ia menambahkan, penurunan HET membuat semakin banyak petani berlomba masuk ke dalam sistem e-RDKK (e-Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) agar bisa memperoleh pupuk bersubsidi.

Sebagai bentuk komitmen menjaga kelancaran distribusi, Pupuk Indonesia juga telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat per 18 Mei 2026 sebesar 30.671 ton. Stok tersebut terdiri atas Urea sebanyak 24.895 ton, NPK 4.150 ton, pupuk organik 1.498 ton, dan ZA 128 ton.

Distribusi pupuk di Jawa Barat juga ditopang jaringan yang luas. Saat ini Pupuk Indonesia didukung oleh 149 Pelaku Usaha Distribusi (PUD), 51 gudang penyangga, serta 3.247 penerima pada titik serah (PPTS). Khusus di Kabupaten Bandung, distribusi ditunjang 11 Pelaku Usaha Distribusi, dua gudang penyangga, dan 110 penerima pada titik serah.

Baca Juga:2 Agenda Penting Prabowo, Hadiri Rapat Paripurna DPR dan Forum Migas ASEAN di IPA Convex 20262 PRT Ajukan Perlindungan ke LPSK Usai Diduga Dianiaya Majikan di Jaksel

“Kami memastikan di Jawa Barat, khususnya di Bandung aman. Petani tidak akan lagi susah dalam mendapatkan pupuk. Petani akan dipermudah dalam mendapatkan pupuk. Kita pastikan Pupuk Indonesia dapat bekerja dengan maksimal memenuhi kebutuhan petani Indonesia, khususnya Jawa Barat,” pungkas Ihwan.

Dalam kesempatan itu, Ihwan juga menyampaikan Delapan Taklimat Regional CEO 2 kepada seluruh karyawan Pupuk Indonesia di Regional 2 sebagai pedoman kerja di lapangan.

Delapan poin tersebut meliputi kemudahan akses pupuk bagi petani, optimalisasi penyaluran pupuk bersubsidi, pemantauan stok, memastikan harga sesuai HET di setiap titik serah, membangun komunikasi dengan stakeholder, memahami wilayah kerja, menjaga integritas, serta mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja.

R.

0 Komentar