PASUNDANEKSPRES.CO – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS hari ini Jumat 22 Mei 2026 melemah.
Nilai tukar Rupiah yang kemarin pada Kamis 21 Mei sempat menguat tipis, kini nyaris kembali menyentuh angka Rp17.700.
Data Morningstar per 09.14 pagi ini Rupiah melemah Rp17.689 per Dolar AS.
Baca Juga:Pagelaran Sabang Merauke 2026 Hadir Kembali ke-7 kalinya dengan Tema dan Konsep BaruBahlil Buka Lelang 118 WK Migas, Dorong Investasi demi Target Swasembada Energi
Sedangkan berdasarkan data TradingView, rupiah ditutup melemah sebesar 0,40% ke level Rp17.670 pada perdagangan hari Kamis 29 Mei 2026.
Pelemahan mata uang Garuda terhadap dolar AS sejalan dengan depresiasi mayoritas mata uang Asia lainnya.
Melemahnya Rupiah juga tak jauh situasinya dengan lantai bursa.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, pelemahan nilai tukar Rupiah masih menjadi faktor utama dibalik sentimen negatif pasar.
“Sentimen negatif disebabkan oleh beberapa seperti pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus angka Rp 17.700 per dolar AS.dan isu pembentukan badan ekspor oleh pemerintah,” jelas Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada.
Tidak hanya itu, candle terakhir IHSG secara teknikal berbentuk black spinning top, masih di bawah MA5 dan MA20, namun indikator Stochastic dead cross pada area deep oversold.
Sedangkan pernyataan menuai kontroversi justru dilontarkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Prabowo santai menanggapi kenaikan harga Dolar terhadap Rupiah dan menyebut bahwa orang desa tak pakai Dolar.
“Mau Dolar naik berapa ribu kek, orang di desa gak pakai Dolar, ” ujar Prabowo.
R.
